7 Istilah Teknis Percetakan Online yang Harus Anda Pahami

9 Min Read
7 Istilah Teknis Percetakan Online yang Harus Anda Pahami (Ilustrasi)

Pernah merasa frustrasi ketika desain yang tampak sempurna di layar, berubah jadi “ajaib” saat dicetak? Warna pudar, teks terpotong, atau hasilnya terlihat buram? Masalah ini seringkali bermuara pada kesenjangan komunikasi antara Anda, sebagai klien, dengan dunia teknis percetakan.

Memahami bahasa mereka adalah kunci untuk mengontrol hasil akhir. Ini bukan sekadar teori, tapi investasi untuk menghindari wasted time, wasted money, dan wasted effort.

Berikut adalah 7 istilah teknis percetakan online yang wajib Anda kuasai, dijelaskan dengan gaya bahasa manusia, beserta dampaknya secara langsung pada order Anda.

1. DPI (Dots Per Inch) vs. PPI (Pixels Per Inch): Sangkar Halus vs. Kumpulan Kotak

  • Penjelasan Human: Bayangkan Anda melukis. PPI adalah seberapa rapi dan detail sketsa gambar Anda di atas kanvas digital (layar). Standar web adalah 72 PPI, cukup untuk dilihat di monitor. DPI adalah seberapa halus dan rapat titik-tinta yang dicetakkan oleh mesin printer ke kertas fisik. Standar cetak minimal adalah 300 DPI.
  • Dampak jika Diabaikan: File dengan resolusi 72 PPI mungkin terlihat tajam di Instagram, tetapi saat dicetak di kertas A3, gambarnya akan pecah, berkotak-kotak (pixelated), dan tidak profesional. Ini kesalahan paling umum yang menyebabkan hasil cetak buram.
  • Tips Praktis: Selalu buat atau ekspor desain Anda dengan setting 300 DPI. Cek ukuran fisik file (dalam cm/mm, bukan hanya pixel). Desain dari Canva atau Photoshop? Pastikan template-nya sudah di-set untuk cetak, bukan web.

2. Bleed (Daerah Potong): “Insurance” Desain Anda

  • Penjelasan Human: Ini adalah area tambahan di luar ukuran akhir produk yang sengaja diberi background atau gambar yang melebar. Fungsinya sebagai “daerah aman” atau “bingkai cadangan”. Setelah dicetak pada kertas yang lebih besar, kertas akan dipotong tepat di ukuran akhir. Bleed mengantisipasi pergeseran mesin potong yang hampir selalu terjadi, walau hanya milimeter.
  • Dampak jika Diabaikan: Tanpa bleed, Anda riskan mendapatkan garis putih (white border) yang tidak konsisten di pinggir produk Anda, terutama di bagian yang seharusnya full-color. Brosur atau flyer Anda terlihat seperti salah potong.
  • Tips Praktis: Selalu tambahkan bleed sesuai instruksi percetakan (biasanya 3-5 mm tiap sisi). Extend background dan elemen yang ingin sampai ke pinggir ke area bleed ini. Pastikan elemen penting (teks, logo) tetap berada di dalam safety margin (area aman di dalam garis potong).

3. CMYK vs. RGB: Dunia Cat vs. Dunia Cahaya

  • Penjelasan Human:
    • RGB (Red, Green, Blue): Mode warna perangkat berbasis cahaya (monitor, ponsel, TV). Warna dihasilkan dari cahaya yang ditambahkan (additive). Campuran maksimal RGB menghasilkan warna putih. Cocok untuk digital.
    • CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Key/Black): Mode warna berbasis tinta cetak (subtractive). Warna dihasilkan dari pantulan cahaya yang diserap oleh tinta. Campuran maksimal teoritis seharusnya hitam, tapi hasilnya coklat kotor, makanya ditambah tinta K (Key/Black) untuk depth dan detail.
  • Dampak jika Diabaikan: File RGB yang dicetak dalam mode CMYK akan mengalami pergeseran warna (color shift), biasanya warna menjadi lebih kusam, tidak secerah di layar. Hijau terang bisa jadi hijau army, merah menyala jadi merah darah.
  • Tips Praktis: Selalu konversi file final Anda ke mode warna CMYK sebelum mengunggah ke sistem percetakan online. Gunakan profil warna yang disarankan (misal: Coated FOGRA39 untuk kertas art paper). Sadari bahwa tidak semua warna neon (RGB) bisa direproduksi sempurna oleh tinta.

4. Finishing: “Makeup” dan “Baju Pelindung” Produk Cetak

Ini adalah proses akhir yang menentukan fungsi dan estetika. Pahami pilihannya:

  • Laminating (Doff/Glossy): Melapisi kertas dengan plastik tipis. Doff (matte) memberi kesan elegan dan anti-silau, cocok untuk portofolio. Glossy (mengkilap) membuat warna lebih “pop” dan tahan noda.
  • Spot UV: Memberikan efek mengkilap hanya di bagian tertentu (misal, logo atau teks) di atas laminasi doff. Menambah sentuhan premium dan tekstur.
  • Emboss / Deboss: Tekanan untuk menimbulkan (emboss) atau menekan ke dalam (deboss) pola tertentu di kertas, menciptakan efek timbul atau turun.
  • Tips Praktis: Pilih finishing berdasarkan tujuan produk. Kartu nama butuh ketahanan? Pilih laminating. Ingin brosur mewah? Coba kombinasi Laminating Doff + Spot UV. Tanyakan opsi finishing yang tersedia di situs percetakan.

5. Proof Digital vs. Proof Hardcopy: “Pertaruhan” atau “Asuransi”?

  • Penjelasan Human:
    • Proof Digital (Soft Proof): Preview digital yang Anda lihat di sistem atau yang dikirim via email. Warna berdasarkan kalibrasi monitor mereka, bukan jaminan absolut warna cetak.
    • Proof Hardcopy (Hard Proof): Cetakan sample fisik yang dihasilkan dari file Anda, biasanya dengan mesin kalibrasi khusus, sebagai acuan final sebelum cetak massal. Biaya tambahan biasanya berlaku.
  • Dampak jika Diabaikan: Mengandalkan proof digital saja untuk proyek dengan warna kritis (seperti logo brand) adalah sebuah risiko. Perbedaan kalibrasi monitor Anda dan mesin cetak bisa signifikan.
  • Tips Praktis: Untuk proyek biasa, proof digital mungkin cukup. Untuk proyek kritis yang menuntut akurasi warna tinggi (katalog produk, kemasan, branding material), investasikanlah pada hard proof. Ini adalah langkah pencegahan yang lebih murah daripada mencetak ulang ribuan eksemplar.

6. Gramatur Kertas: Soal “Berat Badan” dan “Kesan

  • Penjelasan Human: Bukan sekadar ketebalan, tapi berat kertas per meter persegi (gsm). Angka ini menentukan feel, kekakuan, dan kesan produk.
    • 70-100 gsm: Ringan, seperti kertas fotokopi/HVS. Cocok untuk surat, leaflet dalam jumlah banyak.
    • 210-260 gsm: Kertas kartu nama atau undangan yang kokoh. Terasa premium di tangan.
    • 310-400 gsm: Sangat kaku, untuk packaging atau kartu eksklusif.
  • Dampak jika Diabaikan: Memilih gramatur terlalu tipis untuk kartu nama membuatnya terasa murahan dan mudah melengkung. Memilih gramatur terlalu tebal untuk katalog 100 halaman membuatnya terlalu berat dan boros biaya.
  • Tips Praktis: Lihat sample book jika ada. Untuk kartu nama, standar minimal adalah 260 gsm. Untuk brosur lipat, 150 gsm adalah pilihan aman yang seimbang.

7. Trapping (Pelewatan): Juru Damai di Antara Tinta

  • Penjelasan Human: Teknik di mana area warna yang berdekatan sengaja dibuat sedikit tumpang tindih untuk mengantisipasi pergeseran (misregister) saat cetak di mesin kecepatan tinggi. Ini mencegah munculnya garis putih (sliver) di antara dua bidang warna yang seharusnya bersentuhan.
  • Dampak jika Diabaikan: Pada desain dengan bidang warna solid yang berdampingan (misal, teks kuning di atas background biru), tanpa trapping, pergeseran mesin sekecil 0.1mm bisa menyebabkan garis putih tipis mengelilingi teks, merusak kesempurnaan desain.
  • Tips Praktis: Sebagian besar software desain profesional (Adobe InDesign, Illustrator) memiliki fitur trapping otomatis. Percetakan modern juga biasanya menanganinya di prepress. Namun, sebagai klien, Anda perlu tahu bahwa desain yang terlalu “sempit” atau rumit berisiko tinggi terhadap masalah ini. Diskusikan dengan tim prepress jika desain Anda kritis.

Kesimpulan: Dari Pengetahuan ke Hasil yang Mempesona

Memahami ketujuh istilah ini tidak membuat Anda harus menjadi operator mesin cetak. Tapi, ini memberi Anda kendali dan kepercayaan diri dalam berkolaborasi dengan jasa percetakan.

Anda kini bisa:

  1. Mempersiapkan file dengan benar sejak awal, mengurangi revisi.
  2. Membuat keputusan yang informed tentang pilihan kertas dan finishing.
  3. Berkomunikasi dengan jelas tentang ekspektasi Anda.
  4. Meminimalisir kemungkinan kejutan yang tidak menyenangkan saat paket cetakan tiba.

Pada akhirnya, percetakan adalah pertemuan antara seni dan sains. Dengan menguasai “bahasa” teknisnya, Anda memastikan seni dari desain Anda diterjemahkan dengan sempurna ke dalam sains tinta dan kertas. Hasilnya? Produk cetak yang tidak hanya memenuhi ekspektasi, tapi bahkan melampauinya.

Loading

Share This Article