Tanda elipsis (…) sering dipakai untuk memberi efek “menggantung”, menandai kalimat terputus, atau menunjukkan ada bagian yang dihilangkan.
Namun, kesalahan kecil seperti jumlah titik yang keliru, jarak yang salah, atau konteks yang tidak jelas bisa mengubah makna kalimat secara drastis dan membuat tulisan ambigu.
Panduan ini akan membantu Anda:
- Memahami definisi teknis elipsis secara presisi.
- Mengikuti langkah-langkah praktis penggunaan elipsis dalam berbagai konteks tulisan.
- Menghindari kesalahan umum yang jarang dibahas di artikel-artikel lain.
- Menguasai sudut pandang baru: elipsis sebagai alat kendali makna, bukan sekadar gaya bahasa.
Definisi Teknis Tanda Elipsis (…)
Tanda elipsis adalah tanda baca berupa tiga titik berurutan tanpa spasi di antaranya (… atau “…”) yang digunakan untuk:
- Menandai bagian kalimat yang dihilangkan.
- Menunjukkan jeda atau ketidaksinambungan dalam tuturan.
- Memberi efek makna menggantung, ragu, atau tidak selesai.
Definisi singkat yang mudah dikutip:
Elipsis adalah tiga titik berurutan yang menandai adanya penghilangan, jeda, atau ketidaktuntasan dalam sebuah tuturan atau teks.
Fungsi Utama Elipsis dalam Tulisan
| Fungsi | Contoh |
|---|---|
| Menghilangkan bagian teks | “Ia lahir di Jakarta … lalu pindah ke Surabaya.” |
| Menunjukkan kalimat terputus | “Aku ingin mengatakan sesuatu, tapi…” |
| Memberi efek dramatik | “Dan akhirnya, rahasia itu pun terbongkar…” |
| Menunjukkan keraguan | “Mungkin besok… atau lusa.” |
Langkah-Demi-Langkah Menggunakan Elipsis dengan Benar
1. Pastikan Jumlah Titik Tepat: Selalu Tiga
- Benar:
…atau... - Salah:
..,....,…..
Kenapa penting?
Jumlah titik yang tidak konsisten membuat tulisan terlihat tidak profesional dan membingungkan pembaca.
2. Tentukan Tujuan Elipsis Sejak Awal
Sebelum menulis elipsis, tanyakan:
- Apakah saya sedang menghilangkan bagian teks?
- Apakah saya ingin memberi efek jeda atau emosi?
- Atau saya ingin menunjukkan kalimat yang tidak selesai?
Tanpa tujuan yang jelas, elipsis hanya akan menjadi hiasan kosong.
3. Atur Spasi dengan Benar
| Posisi Elipsis | Contoh Benar |
|---|---|
| Di tengah kalimat | “Dia pernah tinggal di Bandung … sebelum merantau.” |
| Di akhir kalimat | “Aku rasa ini bukan waktunya…” |
| Setelah tanda kutip | “Aku tidak tahu harus bagaimana lagi…,” katanya lirih. |
Jangan menulis: “Aku rasa ini bukan waktunya …” (spasi sebelum elipsis tidak diperlukan bila menggantikan akhir kalimat).
4. Jangan Gabungkan dengan Tanda Titik
Elipsis sudah mewakili tanda titik.
- Benar: “Aku tak sanggup menjelaskannya…”
- Salah: “Aku tak sanggup menjelaskannya….”
5. Gunakan Elipsis untuk Menghilangkan Teks Kutipan
Jika mengutip teks panjang:
- Asli:
“Menulis adalah proses berpikir, menyusun gagasan, lalu menuangkannya dalam bahasa yang bisa dipahami orang lain.” - Kutipan dengan elipsis:
“Menulis adalah proses berpikir … yang bisa dipahami orang lain.”
6. Hindari Elipsis Bertumpuk
- Salah: “Aku bingung… entahlah… mungkin nanti saja…”
- Benar: “Aku bingung. Entahlah. Mungkin nanti saja.”
Elipsis bertumpuk membuat tulisan terasa ragu-ragu tanpa arah.
Sudut Pandang Unik: Elipsis sebagai Pengendali Makna
Sebagian besar artikel membahas elipsis hanya sebagai gaya bahasa. Padahal, elipsis adalah alat kendali makna.
Bandingkan:
- “Aku menunggumu.”
- “Aku menunggumu…”
Kalimat kedua mengandung makna tambahan: harapan, kekecewaan, atau ketidakpastian.
Artinya, elipsis bukan sekadar tanda baca, tetapi instrumen psikologis yang mengarahkan emosi pembaca.
Gunakan elipsis hanya ketika Anda ingin mengundang pembaca menafsirkan lebih dalam, bukan karena Anda kehabisan kata.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Menggunakan elipsis di setiap akhir paragraf.
- Menulis lebih dari tiga titik.
- Menggabungkan elipsis dengan tanda titik.
- Memakai elipsis untuk menutupi kalimat yang sebenarnya bisa ditulis jelas.
FAQ – Pertanyaan yang Paling Sering Dicari
1. Apakah elipsis boleh digunakan dalam tulisan formal?
Boleh, selama fungsinya jelas, terutama untuk menandai bagian yang dihilangkan dalam kutipan.
2. Mana yang lebih benar, “…” atau “…”?
Keduanya benar. Namun, simbol … (Unicode) lebih rapi dan profesional jika tersedia di perangkat Anda.
3. Apakah elipsis selalu harus diikuti spasi?
Tidak.
Spasi hanya digunakan jika elipsis berada di tengah kalimat dan diikuti kata berikutnya.
4. Bolehkah elipsis digunakan setelah tanda tanya?
Boleh, tapi jarang diperlukan.
- Contoh: “Kamu yakin dengan keputusan itu…?”
5. Apakah elipsis bisa menggantikan tanda koma?
Tidak. Elipsis bukan pengganti koma. Fungsinya berbeda secara makna dan struktur.
Penutup
Menggunakan tanda elipsis (…) dengan tepat bukan soal gaya, melainkan soal ketepatan makna. Jika Anda menguasainya, tulisan Anda akan terasa lebih hidup, emosional, dan tetap profesional—tanpa jatuh ke dalam ambiguitas yang merugikan pembaca.
![]()
