Kaidah Kebahasaan Teks Narasi: Ciri Bahasa Wajib agar Narasi Dinilai Benar

6 Min Read
Kaidah Kebahasaan Teks Narasi: Ciri Bahasa Wajib agar Narasi Dinilai Benar (Ilustrasi)

Teks narasi adalah jenis tulisan yang mengisahkan rangkaian peristiwa secara kronologis, baik fiksi maupun nonfiksi untuk menghibur, menginspirasi, atau memberikan wawasan kepada pembaca. Artikel ini membahas kaidah kebahasaan teks narasi—fitur bahasa yang harus dipenuhi agar narasi efektif dan komunikatif—dengan panduan langkah-demi-langkah, contoh praktis, dan jawaban atas pertanyaan paling sering dicari terkait topik ini. Temuan ini penting terutama bagi guru, penulis pemula, siswa, dan profesional konten yang ingin menulis narasi yang kuat dan benar secara bahasa.

1. Definisi Teknis Teks Narasi

Secara teknis, teks narasi adalah jenis teks yang menceritakan suatu kejadian atau rangkaian peristiwa yang terjadi dalam urutan waktu (kronologis), biasanya penting alur, tokoh, konflik, dan resolusi. Struktur ini membentuk dasar bagaimana cerita dipahami dan disusun.
Dalam narasi, kaidah kebahasaan merujuk pada fitur linguistik (pemilihan kata, struktur kalimat, gaya bahasa) yang khas dan memungkinkan pesan cerita tersampaikan dengan jelas dan menarik.

2. Data dan Fakta Industri

Penelitian pembelajaran bahasa menunjukkan bahwa penggunaan teks naratif efektif meningkatkan keterampilan menulis siswa secara signifikan. Dalam sebuah penelitian tindakan kelas 2024/2025, nilai rata-rata menulis naratif siswa meningkat dari 52,96 menjadi 87,04 setelah pembelajaran berbasis teks naratif diterapkan. (Jurnal Universitas Pahlawan)

Selain itu, guru bahasa Inggris melaporkan bahwa narasi membantu siswa memahami penggunaan tense, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis dalam menulis dibanding pendekatan konvensional. (ResearchGate)

3. Ciri Bahasa dan Kaidah Kebahasaan Teks Narasi

Kaidah kebahasaan adalah fitur bahasa khas yang harus ada dalam teks narasi. Fitur ini berbeda dari teks deskripsi, eksposisi, atau prosedur karena fokusnya pada cerita/kejadian.

Ciri Bahasa Utama

Berikut daftar fitur bahasa yang umum dan wajib diperhatikan:

  1. Simple Past Tense (Lampau Sederhana)
    Narasi biasanya ditulis dalam bentuk lampau untuk menggambarkan peristiwa yang telah terjadi. (E-Journal UMC)
  2. Kata Kerja Aksi (Action Verbs)
    Kata kerja yang menunjukkan tindakan tokoh, misal lari, melompat, menangis, menangkap. (Liputan6)
  3. Kata Keterangan Waktu & Tempat
    Menunjukkan kapan dan di mana sesuatu terjadi, misal kemarin, suatu hari, di hutan. (Liputan6)
  4. Kata Hubung Temporal / Kronologis
    Menyusun urutan kejadian, misal pertama, kemudian, akhirnya. (HaloEdukasi.com)
  5. Kata Benda & Frasa Identifikasi (Tokoh/Objek Spesifik)
    Munculkan orang, hewan, atau benda yang berperan dalam cerita dengan jelas. (Etheses UIN Syekh Wasil Kediri)
  6. Kata Sifat (Deskriptif)
    Memperjelas karakteristik tokoh, suasana, atau tempat. (Etheses UIN Syekh Wasil Kediri)
  7. Dialog / Direct & Indirect Speech
    Percakapan memberi dinamika dan kehidupan pada cerita. (Ejournal Uniska Kediri)
  8. Penggunaan Gaya Bahasa (Metafora/Kiasan)
    Membuat teks lebih estetis dan menarik. (MateriBindo)

Uniknya: Selain fitur umum di atas, narasi yang kuat sering kali menggunakan verba mental (yang menunjukkan pikiran/emosi tokoh) dan transition phrases yang halus agar cerita terasa hidup dan utuh. Ini adalah sudut pandang yang sering kurang dibahas di artikel lain. (repository.uinbanten.ac.id)

4. Langkah-demi-Langkah Menyusun Teks Narasi yang Baik

Gunakan panduan detil ini saat menulis narasi:

A. Riset & Ide Cerita

  1. Tentukan tema/ide besar cerita.
  2. Kumpulkan detail kejadian nyata atau imajinatif.

B. Rancang Struktur Cerita

  1. Orientation: Perkenalkan tokoh, latar tempat & waktu.
  2. Complication: Kisahkan konflik/intensitas masalah.
  3. Resolution: Tulis penyelesaian cerita.

C. Terapkan Kaidah Kebahasaan

  1. Gunakan simple past tense untuk seluruh kejadian.
  2. Sisipkan action verbs yang dinamis.
  3. Deskripsikan suasana dengan kata sifat dan frasa yang tepat.
  4. Gunakan keterangan waktu & tempat untuk kronologi.
  5. Tambahkan dialog kalau perlu dengan tanda kutip.

D. Poles & Gaya Bahasa

  1. Sisipkan kiasan/metafora untuk estetika.
  2. Gunakan transition words sehingga cerita mengalir alami.
  3. Periksa konsistensi sudut pandang (orang pertama/tiga).

E. Edit & Proofreading

  1. Tinjau kembali kaidah bahasa—past tense, ejaan, tanda baca.
  2. Pastikan urutan kejadian logis dan tidak membingungkan.

5. Sudut Pandang Unik

Banyak panduan teks narasi membahas ciri umum, tetapi jarang yang menekankan aspek kognitif-bahasa, seperti:

  • Bagaimana verba mental (mis. berpikir, merasa) membuka ruang kedalaman karakter. (repository.uinbanten.ac.id)
  • Peran dialog internal dalam membangun konflik batin tokoh.
  • Integrasi narasi dengan digital storytelling untuk audiens modern.

FAQ — Pertanyaan yang Sering Dicari di Google

Q1: Apa yang dimaksud kaidah kebahasaan teks narasi?

Kaidah kebahasaan adalah fitur bahasa spesifik (tenses, action verbs, connective, dll) yang membedakan teks narasi dari jenis teks lain.

Q2: Tense apa yang digunakan dalam teks narasi?

Biasanya simple past tense karena menceritakan kejadian yang telah selesai. (E-Journal UMC)

Q3: Apakah dialog harus ada di semua teks narasi?

Tidak wajib, tapi dialog meningkatkan dinamika cerita dan keterlibatan pembaca. (Ejournal Uniska Kediri)

Q4: Bagaimana memastikan urutan cerita jelas?

Gunakan chronological connectors seperti kemudian, lalu, setelah itu. (HaloEdukasi.com)

Q5: Apa contoh fitur bahasa unik dalam narasi modern?

Verba mental/emotif dan dialog internal yang menggambarkan motivasi karakter. (repository.uinbanten.ac.id)

Kesimpulan

Memahami kaidah kebahasaan teks narasi penting untuk menulis cerita yang efektif, estetis, dan komunikatif. Fokus pada tense, kata kerja, keterangan waktu & tempat, gaya bahasa, dialog, dan urutan kejadian akan membantu narasimu menjadi lebih kuat dan bisa dipahami pembaca dari berbagai latar pendidikan.

Loading

Share This Article