Tanda koma (,) adalah tanda baca kecil yang sering dianggap sepele, padahal ia menentukan makna, ritme, dan profesionalitas tulisan.
Kesalahan satu koma saja bisa mengubah arti kalimat, membuat pembaca bingung, bahkan menurunkan kualitas karya tulis.
Artikel ini memberikan panduan paling lengkap tentang penggunaan tanda koma sesuai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), dilengkapi definisi teknis, langkah-langkah praktis, contoh kalimat, sudut pandang unik, dan FAQ yang menjawab masalah nyata yang sering dialami penulis.
Definisi Teknis Tanda Koma
Tanda koma (,) adalah tanda baca yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur dalam kalimat guna memperjelas struktur, hubungan makna, dan intonasi bacaan sesuai kaidah PUEBI.
Kutipan definisi singkat:
Tanda koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang tidak setara atau untuk menghindari salah tafsir makna.
Fungsi Utama Tanda Koma Menurut PUEBI
Berikut fungsi-fungsi utama tanda koma yang wajib kamu kuasai.
1. Memisahkan Unsur dalam Perincian atau Pembilangan
Rumus: unsur + koma + unsur + koma + unsur
Contoh:
- Saya membeli buku, pulpen, penghapus, dan penggaris.
- Di dalam tas itu ada dompet, ponsel, charger, dan kunci.
2. Memisahkan Anak Kalimat yang Mendahului Induk Kalimat
Rumus: Anak kalimat, induk kalimat.
Contoh:
- Jika hujan turun deras, kami tidak jadi berangkat.
- Karena tidak belajar, dia gagal ujian.
❗ Jika anak kalimat berada di belakang, koma tidak digunakan.
- Kami tidak jadi berangkat jika hujan turun deras.
3. Memisahkan Keterangan Tambahan (Aposisi)
Contoh:
- Jokowi, Presiden Republik Indonesia, meresmikan jembatan itu.
- Ani, teman sebangkuku, pindah sekolah.
4. Memisahkan Kata Seru atau Sapaan
Contoh:
- Wah, indah sekali pemandangan ini!
- Ibu, saya sudah pulang.
5. Memisahkan Petikan Langsung dan Pengiringnya
Contoh:
- “Saya akan datang besok,” kata Dita.
- Ayah berkata, “Jangan lupa berdoa.”
6. Memisahkan Nama Tempat dan Tanggal dalam Surat
Contoh:
- Jakarta, 10 Januari 2026
- Surabaya, 1 Mei 2025
7. Menghindari Salah Tafsir Makna
Bandingkan:
- Mari kita makan, Budi. (mengajak Budi makan)
- Mari kita makan Budi. (makna mengerikan 😅)
Langkah-Demi-Langkah Menggunakan Tanda Koma dengan Benar
Gunakan metode T.O.K.O. (Temukan – Opsi – Konfirmasi – Optimalkan):
1. Temukan Titik Potensi Koma
Baca kalimat keras-keras dan tandai:
- Daftar/perincian
- Anak kalimat di depan
- Keterangan tambahan
- Sapaan atau petikan
2. Opsi: Tanyakan 3 Pertanyaan Ini
- Apakah ada perincian?
- Apakah ada anak kalimat di depan?
- Apakah ada keterangan tambahan?
Jika “ya”, kemungkinan besar perlu koma.
3. Konfirmasi dengan Aturan PUEBI
Cocokkan dengan fungsi pada daftar sebelumnya.
4. Optimalkan Makna
Coba hapus atau pindahkan koma. Jika arti berubah atau terasa janggal, koma itu memang wajib.
Sudut Pandang Unik: Koma sebagai “Pengatur Nafas Tulisan”
Banyak artikel hanya membahas koma dari sisi aturan. Namun, penulis profesional melihat koma sebagai:
pengatur nafas pembaca.
Tanpa koma, kalimat terasa seperti seseorang berbicara tanpa berhenti—melelahkan dan membingungkan.
Dengan koma yang tepat, tulisan terasa mengalir, alami, dan enak dibaca, seperti dialog manusia, bukan mesin.
Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi
| Salah | Benar |
|---|---|
| Karena hujan turun deras kami batal berangkat. | Karena hujan turun deras, kami batal berangkat. |
| Ayah berkata “Belajarlah yang rajin.” | Ayah berkata, “Belajarlah yang rajin.” |
| Saya membeli apel jeruk dan mangga. | Saya membeli apel, jeruk, dan mangga. |
FAQ – Pertanyaan Paling Sering Dicari
1. Apakah koma selalu digunakan sebelum “dan”?
Tidak. Koma hanya digunakan jika “dan” menghubungkan unsur perincian lebih dari dua.
2. Apakah boleh menaruh koma sebelum “yang”?
Boleh, jika “yang …” merupakan keterangan tambahan.
Contoh:
- Rumah itu, yang baru dibeli ayah, sangat besar.
3. Apakah koma wajib setelah kata “jadi” atau “maka”?
Tidak selalu. Koma digunakan jika “jadi” atau “maka” berada di tengah kalimat sebagai penghubung antarklausa.
4. Bagaimana dengan koma pada alamat?
Contoh yang benar:
- Kepada Yth.
Bapak Andi Pratama,
Jalan Melati No. 10,
Bandung.
Penutup
Menguasai tanda koma bukan hanya soal taat aturan, tetapi soal menghormati pembaca. Koma membantu pembaca memahami maksud kita tanpa harus mengulang-ulang kalimat.
Jika kamu ingin tulisanmu terlihat profesional, natural, dan bernilai tinggi di mata editor maupun Google, maka mulai hari ini:
perlakukan tanda koma sebagai sahabat terbaikmu dalam menulis. ✍️
![]()
