Pengertian Metafora dan Contohnya: Panduan untuk Pemula yang Sering Keliru

5 Min Read
Dekonstruksi Psikologi Membaca: Genre Paling Diminati Berdasarkan Tahap Usia (Remaja, Dewasa, Lansia) (Ilustrasi)

Metafora mungkin Anda pernah mendengar istilah ini saat pelajaran bahasa Indonesia dan merasa sedikit bingung. Atau mungkin Anda sudah mengira paham, tapi masih sering tertukar dengan gaya bahasa lain seperti perumpamaan biasa.

Tenang, Anda tidak sendiri, Banyak pemula yang keliru memahami metafora karena menganggapnya harus serumit puisi. Padahal, kita menggunakan metafora hampir setiap hari tanpa sadar!

Artikel ini akan menjelaskan pengertian metafora dengan bahasa yang mudah dicerna, dilengkapi contoh metafora sederhana dari kehidupan sehari-hari, plus tips untuk membedakannya dari gaya bahasa lain. Mari kita kupas bersama.

Kesalahan Umum Pemula: “Ini kan Pakai ‘Seperti’, Pasti Metafora!”

Ini adalah kesalahan paling klasik. Banyak yang mengira semua gaya bahasa perbandingan adalah metafora. Contoh:

  • “Wajahnya seperti bulan purnama.” (Ini bukan metafora!)
  • “Dia bagaikan sang surya yang menyinari hari-hariku.” (Ini juga bukan metafora murni.)

Jika ada kata “seperti”, “bagaikan”, “laksana”, “umpama”, itu adalah simile (atau dalam bahasa Indonesia sering disebut perumpamaan). Metafora lebih langsung dan tanpa kata pembanding.

Lalu, Apa Sebenarnya Pengertian Gaya Bahasa Metafora?

Secara sederhana, metafora adalah gaya bahasa (majas) yang menyamakan dua hal yang secara harfiah berbeda, tanpa menggunakan kata pembanding. Metafora langsung menyatakan bahwa “A adalah B”, sehingga menciptakan makna kiasan yang kuat dan imajinatif.

Dalam linguistik, metafora bukan sekadar hiasan. Ia adalah cara berpikir. Ketika kita mengatakan “waktu adalah uang”, kita bukan cuma berkias, tetapi memahami waktu melalui konsep uang—sesuatu yang berharga, bisa dihabiskan, diinvestasikan, atau disia-siakan.

Arti Metafora dalam Bahasa Indonesia

Menurut KBBI, metafora adalah “pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan”. Intinya: menggantikan makna literal dengan makna kias berdasarkan persamaan sifat.

Perbedaan Metafora dan Simile (Perumpamaan) dalam 1 Tabel

AspekMetaforaSimile (Perumpamaan)
FormulaLangsung: A adalah B.Tidak langsung: A seperti/sebagaimana B.
Kata PenghubungTidak ada.Menggunakan “seperti”, “bagaikan”, “laksana”.
Contoh“Dia adalah bintang kelas.”“Dia pandai seperti bintang kelas.”
KesanLebih kuat, tegas, dan puitis.Lebih jelas, analoginya mudah dipahami.

Fungsi Metafora: Bukan Cuma untuk Puisi, Tapi untuk Komunikasi Efektif

Metafora berfungsi untuk:

  1. Memperjelas konsep abstrak (contoh: “hatinya lautan kesabaran”).
  2. Membuat bahasa lebih hidup dan bernuansa.
  3. Menggugah imajinasi dan emosi pendengar/pembaca.
  4. Menyampaikan pesan kompleks dengan sederhana.

Mini Checklist: “Ini Metafora atau Bukan?”

Cek cepat untuk mengidentifikasi metafora:

  1. ✅ Apakah ada perbandingan tersirat antara dua hal yang berbeda?
  2. ✅ Apakah perbandingannya TIDAK menggunakan kata “seperti”/”bagaikan”?
  3. ✅ Apakah kalimatnya bersifat kiasan (tidak bisa ditangkap secara harfiah)?

Jika jawaban untuk ketiganya YA, kemungkinan besar itu adalah metafora.

Contoh Metafora Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut contoh yang membumi, jauh dari kesan sastra yang berat:

  1. Dalam Dunia Kerja:
    • “Proyek ini sudah mentok di jalan buntu.” (Masalah = jalan buntu)
    • “Kita harus menyuntik dana ke divisi pemasaran.” (Menyediakan dana = menyuntik)
  2. Dalam Percakapan Sehari-hari:
    • “Jangan buang waktumu untuk hal itu.” (Waktu = benda yang bisa dibuang)
    • “Dia punya hati emas.” (Sifat baik dan berharga = emas)
    • “Aku tenggelam dalam kesibukan.” (Kesibukan = air/lautan)
  3. Dalam Iklan/Media:
    • Jernihkan hati dan pikiran dengan produk kami.” (Kejernihan air = ketenangan pikiran)
    • “Internet adalah jendela dunia.” (Internet = jendela)
  4. Dalam Pendidikan:
    • “Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa.” (Guru = pahlawan)
    • “Buku adalah jendela ilmu.” (Buku = jendela)

Cara Mudah Membuat Metafora Sendiri (Untuk Pemula)

  1. Identifikasi ide abstrak yang ingin dijelaskan (misal: kesepian, semangat, kebodohan).
  2. Cari benda/konsep konkret yang punya sifat mirip.
    • Kesepian → terisolasi, sunyi, dingin → Pulau
    • Semangat → membara, panas, bergerak → Api
  3. Satukan langsung tanpa kata pembanding: “Kesepianku adalah pulau tak berpenghuni.” “Semangatnya adalah api yang tak pernah padam.”

Kesimpulan: Metafora adalah “Bumbu Rahasia” Bahasa

Memahami pengertian metafora dan contohnya adalah langkah awal mengapresiasi keindahan dan kekuatan bahasa. Metafora bukan hanya milik penyair atau penulis novel, tapi alat komunikasi kita semua. Dengan langsung menyamakan dua hal berbeda (“A adalah B”), metafora menyederhanakan yang kompleks, menghidupkan yang membosankan, dan memberi kedalaman pada pemikiran kita.

Mulai sekarang, coba dengarkan percakapan di sekitarmu. Anda akan kaget betapa sering metafora muncul. Dari “otak encer” teman sekelas sampai “hubungan yang sudah kering”, kita hidup dalam lautan metafora. Dan sekarang, Anda sudah punta peta untuk mulai memahaminya. Selamat belajar!

Loading

Share This Article