Banyak orang menyebut simbol (’) sebagai tanda koma atas. Padahal, secara teknis dalam dunia bahasa dan tipografi, tanda ini bukan tanda koma, melainkan apostrof.
Kesalahan penyebutan dan pemakaian apostrof sering menyebabkan tulisan terlihat tidak profesional, terutama pada karya tulis ilmiah, buku, artikel SEO, hingga konten media sosial.
Artikel ini akan membantu Anda:
- Memahami apa sebenarnya tanda koma atas itu.
- Mengetahui perbedaan teknis apostrof dengan koma biasa.
- Menghindari kesalahan paling umum.
- Menguasai cara penggunaan yang benar melalui panduan langkah demi langkah.
Apa Nama Resmi Tanda Koma Atas?
Definisi Teknis yang Mudah Dikutip
Tanda koma atas disebut apostrof (’), yaitu tanda baca yang digunakan untuk menunjukkan penghilangan huruf, kepemilikan, atau pembentukan bentuk singkat dalam suatu bahasa.
Dalam Bahasa Indonesia, istilah baku yang digunakan oleh PUEBI adalah apostrof, bukan koma atas.
Perbedaan Apostrof dengan Tanda Koma Biasa
| Aspek Perbandingan | Apostrof (’) | Tanda Koma (,) |
|---|---|---|
| Posisi | Di atas baris huruf | Di bawah baris huruf |
| Fungsi utama | Menandai penghilangan huruf atau singkatan | Memisahkan unsur kalimat |
| Nama resmi | Apostrof | Koma |
| Contoh | ’kan, tak ’kan | Saya membeli buku, pulpen, dan pensil. |
Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi
Sudut pandang unik yang jarang dibahas:
Sebagian besar kesalahan apostrof bukan karena tidak tahu aturannya, tapi karena pengaruh keyboard dan kebiasaan chat informal.
Contoh salah yang sering dianggap benar:
- ❌ Tidak akan ditulis: tidak,kan
- ❌ Akan disingkat jadi: ,kan
- ✅ Yang benar: ’kan
Fungsi Apostrof dalam Bahasa Indonesia
Menurut kaidah PUEBI, apostrof digunakan untuk:
- Menunjukkan penghilangan huruf
- aku → ’ku
- akan → ’kan
- Menuliskan bentuk singkatan dalam percakapan
- tidak akan → tak ’kan
- Menunjukkan unsur kata yang dihilangkan
- sudah → ’dah
Panduan Langkah demi Langkah Menggunakan Apostrof dengan Benar
Langkah 1 – Tentukan Apakah Ada Huruf yang Dihilangkan
Tanya pada diri sendiri:
Apakah kata ini sebenarnya berasal dari kata lain yang dipersingkat?
Jika iya, kemungkinan besar Anda butuh apostrof.
Langkah 2 – Letakkan Apostrof di Posisi Huruf yang Hilang
Contoh:
- akan → huruf a dihilangkan → ’kan
- sudah → huruf su dihilangkan → ’dah
Langkah 3 – Pastikan Tidak Menggunakan Koma Biasa
- ❌ ,kan
- ❌ ,dah
- ✅ ’kan
- ✅ ’dah
Langkah 4 – Gunakan Hanya dalam Konteks Nonformal
Apostrof tidak dianjurkan untuk karya ilmiah atau dokumen resmi.
Mengapa Istilah “Tanda Koma Atas” Itu Menyesatkan?
Inilah sudut pandang uniknya:
Secara psikologis, otak kita mengasosiasikan bentuk kecil melengkung sebagai “koma”. Padahal secara fungsi, apostrof tidak memiliki satu pun fungsi koma.
Kesalahan istilah ini menular dari:
- Chatting informal
- Pengajaran yang tidak presisi
- Keyboard yang menyamakan tanda petik dan apostrof
Contoh Kalimat yang Benar
- Aku ’kan sudah bilang kemarin.
- Dia ’dah pergi sejak pagi.
- Tak ’kan mungkin aku lupa janji itu.
FAQ – Pertanyaan yang Paling Sering Dicari
1. Tanda koma atas disebut apa?
Disebut apostrof (’).
2. Apakah apostrof sama dengan tanda petik satu?
Tidak. Tanda petik satu digunakan untuk mengapit dialog, sedangkan apostrof untuk penghilangan huruf.
3. Bolehkah menggunakan ,kan?
Tidak. Bentuk yang benar adalah ’kan, bukan ,kan.
4. Apakah apostrof boleh digunakan di karya ilmiah?
Tidak dianjurkan. Apostrof lebih cocok untuk tulisan nonformal atau sastra.
5. Kenapa di HP sering otomatis jadi tanda petik?
Karena sistem keyboard tidak membedakan fungsi apostrof dan tanda petik, sehingga perlu dikoreksi manual.
Penutup
Sekarang Anda tahu bahwa yang selama ini disebut tanda koma atas sebenarnya adalah apostrof — simbol kecil yang tampak sepele, tetapi sangat menentukan kualitas tulisan.
Mulai sekarang, setiap kali ingin menulis ’kan, ’dah, atau ’ku, pastikan Anda menggunakan apostrof, bukan koma.
Karena tulisan yang rapi selalu dimulai dari tanda baca yang tepat.
![]()
