Dari rahim yang diberkati keluar sebagai pengembara dunia
Pada syair patah aku menceritakan setiap kisah Kata demi kata menenun luka yang masih basah
Tapi tak pernah Tanya Juga temu
Seketika pelangi lepas pergi, Jingga pun ikut redup sekian purnama hadir menemani.
Sejak itulah sunyi menjadi teman curhatJuga merangkul kembali rindu yang kian pekat. Namun aku tak menemukan jalan pulang. Entahlah tapi setiap kisah dan cinta mulai dari kata rindu, menyatu dengan hati yang berkata jujujr. Hingga aku pun pulang dalam genggaman rindu dan jejak hidup terhapus oleh waktu agar kamu tak menanti aku.