Pilihan politik Patih Natakusuma yang memihak kepada orang Cina menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian punggawa Kartasura dari kubu Adipati Jayaningrat. Mereka merasa ditinggalkan, tapi tidak kuasa menghentikan langkah Ki Patih.
Adipati Jayaningrat lalu mengambil langkah politik yang tak terduga, mengundurkan diri dari jabatannya. Penggantinya adalah sang menantu, yang tak lain putra Ki Patih Natakusuma, yakni Raden Supama. Berharap dapat hidup tenang setelah lengser, Ki Adipati Jayaningrat justru semakin gelisah, sehingga memutuskan mengakhiri hidup dengan minum racun.
Pada saat yang sama situasi di Kartasura terus bergolak. Setelah benteng Kumpeni dikuasai, timbul masalah baru. Adipati Cakraningrat menyerang pasukan Cina di pesisir dan berusaha mendamaikan antara Kumpeni dan Sang Raja. Raja Pakubuwana merasa situasi akan berbalik, Kumpeni akan unggul. Tanpa pertimbangan matang Raja Pakubuwana menyambut tawaran damai Kumpeni. Yang dikorbankan adalah Patih Natakusuma. Ki Patih dikambinghitamkan sebagai dalang dari keberpihakan Kartasura kepada orang Cina. Ki Patih pun ditangkap dan diasingkan ke Ceylon.
Setelah kepergian Ki Patih, pasukan Cina di bawah komando Kapitan Singseh dan Kapitan Sapanjang merasa kehilangan pelindung. Dalam situasi terjepit mereka mengambil langkah nekad, menyerang keraton Kartasura. Bagaimana akhir dari kemelut yang terjadi di Kartasura ini? Silakan simak di Babad Tanah Jawi jilid 4.