Pertanian dan peternakan merupakan mata pencaharian sebagian besar masyarakat di Indonesia yang sebagian besar tinggal di daerah pedesaan. Dengan jumlah penduduk di Indonesia yang masuk dalam lima besar negara dengan jumlah penduduk terbesar didunia maka ketahanan pangan mutlak menjadi isu yang sangat penting bagi penyelenggara negara ini. Hal tersebut mendudukkan pertanian dan peternakan menjadi ladang usaha yang seharusnya menjadi fokus untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan dalam upaya untuk mendukung kemandirian bangsa ini. Namun demikian, faktanya perkembangan pertanian dan peternakan relatif lambat jika dibandingkan peningkatan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang terus meningkat. Pemahaman petani dan/atau peternak pada umumnya tentang manajemen khususnya manajemen keuangan masih kurang memadai dan hal ini diperburuk dengan perilaku-perilaku bias para petani dan/atau peternak dalam pengambilan keputusan-keputusan keuangan.
Buku monograf ini ditulis dari hasil penelitian dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Sampel penelitian ini adalah para petani dan/atau peternak di desa-desa di Jawa Barat, dominan di Kecamatan Blubur Limbangan Kabupaten Garut. Adapun data yang diperoleh, dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani dan/atau peternak berperilaku bias dalam pengambilan keputusan keuangan, baik itu dalam hal pengambilan keputusan investasi, keputusan pendanaan maupun kebijakan dividen. Selanjutnya persepsi mereka tentang risiko dan kurangnya kepercayaan diri juga menjadi faktor penting yang mendorong perilaku-perilaku bias tersebut.