Era teknologi membuat ilmu pengetahun kurang mendapat tempat di ranah publik, sehingga yang menjadi bahan acuan ialah media-media mainstream. Media-media mainstream inilah kemudian tempat mengadu masyarakat di era milenial, padahal belum tentu informasi yang ia peroleh valid, itulah kemudian menghasilkan kepakaran mulai dinomor seratuskan, yang akan dibahas dalam buku ini walaupun sepintas. Untuk itu para akademisi maupun ilmuwan harus membuka mata terhadap segala fenomena yang ada di sekitarnya, tentu harus lewat disiplin ilmu yang digeluti.
Lewat buku ini, akan membahas dari segala fenomena yang pernah terjadi, baik masa kontemporer maupun di masa lampau. Misalnya salah tulisan di buku ini membahas pasar malam, yang sebenarnya itu merupakan produk kolonial, tetapi terus dinikmati hingga era milenial. Jarang sekali masyarakat kita mempertanyakan siapa sebenarnya yang menciptakan pasar malam ? Atau setidaknya seperti apa pasar malam di masa lampau. Demikian pula kampanye partai politik yang menjadi perbincangan hangat menjelang Pemilihan Umum juga akan dibahas dalam buku ini dalam konteks sejarah dan masih banyak pembahasan lainnya. Dengan demikian, buku ini banyak mengandung tulisan kesejarahan, tetapi dapat menjadi kacamata dalam memandang fenonema yang terjadi di masa sekarang.