Pada akhir 2019 dunia dikejutkan dengan munculnya suatu wabah penyakit di Wuhan, Cina. Penyakit ini dikenal dengan COVID-19 atau Coronavirus Disease 2019 yang mirip dengan virus SARS dan MERS. Wabah ini diduga berasal dari kelelawar lalu ditularkan ke manusia. COVID-19 bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita serta terkena percikan cairan saluran pernapasan penderita. Virus ini bisa bertahan hidup pada benda mati, tergantung dari benda tersebut.
Sampai saat ini, belum ditemukan obat yang tepat untuk mengobati COVID-19. Obat yang diberikan kepada pasien hanya bertujuan untuk meringankan gejala yang ditimbulkan oleh COVID-19. Tes yang paling akurat untuk mendeteksi COVID-19 adalah RT-PCR yang dapat mengukur kadar virus dalam penderita. Untuk mencegah tingginya penyebaran COVID-19 dikembangkanlah vaksin COVID-19. WHO beserta berbagai negara di dunia mulai menggencarkan sosialisasi vaksin COVID-19 yang bisa mengurangi risiko terinfeksi COVID-19. Seiring waktu, virus SARS-CoV-2 beberapa kali telah terjadi mutasi. Mutasi ini disebabkan oleh suatu adaptasi atau kesalahan replikasi virus sehingga bisa menyebabkan munculnya varian baru dari COVID-19.