| Apakah perempuan Muslim dapat memimpin—dan diakui—di tengah kuatnya budaya patriarki dan tafsir agama yang kerap bias?
Buku Eksistensi Pemimpin Perempuan di Asia Tenggara menghadirkan jawaban yang jernih, berimbang, dan berakar pada realitas sosial-keagamaan kawasan Muslim terbesar di dunia.
Dengan menggabungkan perspektif Islam, teori kepemimpinan modern, kajian gender, serta potret nyata kepemimpinan perempuan di institusi pendidikan Asia Tenggara—khususnya Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand Selatan, dan Filipina Selatan—buku ini membongkar mitos lama sekaligus menawarkan kerangka baru yang lebih adil dan kontekstual. Kepemimpinan perempuan tidak diposisikan sebagai ancaman tradisi, melainkan sebagai amanah etis yang sejalan dengan nilai keadilan, musyawarah, dan kemaslahatan dalam Islam.
Lebih dari sekadar membahas “boleh atau tidak”, buku ini mengajak pembaca memahami bagaimana perempuan Muslim menegosiasikan identitas religius, tuntutan profesional, tekanan visibilitas publik, dan legitimasi sosial dalam ruang kepemimpinan. Melalui analisis teoretis yang tajam dan refleksi empiris yang mendalam, pembaca diajak melihat paradoks: perempuan pemimpin dituntut tampil sempurna, namun sering kali dibatasi oleh standar ganda yang tidak dialami laki-laki.
Ditujukan bagi akademisi, pendidik, pengambil kebijakan, aktivis gender, dan pembaca umum yang peduli pada keadilan sosial, buku ini tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis bagi institusi pendidikan dan kebijakan publik.
Sebuah karya penting yang menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan Muslim bukan sekadar kemungkinan—melainkan keniscayaan bagi masa depan pendidikan dan peradaban yang inklusif. |