Buku ini menghimpun esai-esai yang membaca kenyataan dengan ketelitian nalar dan kepekaan rasa. Setiap tulisan tidak sekadar menjelaskan, tetapi menimbang, menguji, dan mempertanyakan hal-hal yang kerap diterima begitu saja. Gagasan dibedah tanpa kehilangan empati, kritik diajukan tanpa tergesa.
Ditujukan bagi pembaca yang percaya bahwa pemikiran harus bekerja, bukan sekadar hadir. Sebab di sanalah esai menemukan fungsinya: membuka celah, menggugah kesadaran, dan menghidupkan kembali percakapan