ejauh mana sebuah pertemuan mampu mengubah cara kita memandang dunia? Journey to Find It menghadirkan sebuah perjalanan emosional yang mempertemukan dua jiwa dalam ruang dan waktu yang seolah telah ditentukan semesta. Dari obrolan ringan hingga percakapan yang menyentuh inti luka, kisah ini dapat menuntun pembaca melewati lorong-lorong kenangan yang begitu akrab, seolah setiap kata adalah pantulan dari perasaan yang pernah ada. Lewat pertemuan yang tak disengaja, sang tokoh menemukan bukan hanya seseorang untuk berbagi kisah, tetapi juga cermin yang merefleksikan setiap getir dan indahnya perjalanan hidup.
Seperti senja yang tak bisa selamanya bertahan di langit, kebersamaan pun sering kali memiliki batasnya. Seiring berjalannya waktu, takdir menuntun mereka ke arah yang berbeda, meninggalkan pertanyaan yang menggantung di antara yang ingin tetap tinggal dan yang harus pergi. Meski pernah merasa saling melengkapi, mereka harus menerima bahwa tidak semua hal bisa dipertahankan, tidak semua yang nyaman harus dimiliki. Melalui perpisahan yang tak diharapkan, buku ini mengajarkan bahwa kehilangan bukanlah akhir, tetapi cara lain bagi kenangan untuk tetap hidup dalam ruang yang lebih abadi—dalam hati, dalam ingatan, dalam setiap bait kata yang tak sempat terucap.
Pada akhirnya, Journey to Find It bukan hanya tentang pencarian seseorang, melainkan perjalanan memahami diri sendiri. Dalam setiap langkah yang diambil, dalam setiap detik yang dilewati, kita belajar bahwa beberapa hal cukup untuk dirasakan, tanpa harus digenggam erat. Bahwa kebersamaan yang pernah ada tidak akan hilang hanya karena waktu memisahkan, sebab ia akan tetap tinggal, mengalir dalam ingatan, menjelma menjadi bisikan lembut di antara senja dan rindu yang tak pernah benar-benar usai.