Buku ini menggali secara mendalam dinamika kepemimpinan perempuan dalam masyarakat Bugis—sebuah komunitas yang kaya akan nilai budaya, struktur sosial yang kompleks, serta sejarah panjang kepemimpinan berbasis adat. Berangkat dari pendekatan kualitatif dan analisis budaya, buku ini menyuguhkan narasi-narasi inspiratif sekaligus kritis mengenai bagaimana perempuan Bugis menjalani, menegosiasikan, dan memperjuangkan ruang kepemimpinannya.
Dimulai dari pemaparan konsep gender dan teori kepemimpinan, buku ini membawa pembaca ke dalam ranah budaya lokal yang dipenuhi nilai-nilai seperti siri’, pessae, dan pangngadereng. Narasi perempuan dalam sejarah, representasi mereka di ruang publik, tantangan struktural dan kultural, hingga strategi penguatan peran perempuan—semua dibahas dalam delapan bab yang saling menyambung dan memperkaya.