Ketika teknologi menggeser batas moral, ketika agama sering terjebak nostalgia, dan modernitas terasa mengancam, Muhammadiyah tampil sebagai salah satu jawaban paling menarik dalam sejarah Islam Indonesia. Gerakan ini membuktikan bahwa iman dapat berjalan seiring dengan akal, kemajuan, dan kemanusiaan.
Ketika Iman Bertemu Modernitas mengajak pembaca melihat Muhammadiyah sebagai proyek renaisans Islam: sebuah usaha panjang untuk memurnikan ajaran, memajukan pendidikan, memperkuat pelayanan sosial, dan membangun peradaban berbasis nilai. Melalui 13 bab yang jernih dan berlapis, buku ini menelusuri gagasan-gagasan besar yang melandasi gerakan tajdid, keberanian menghadapi perubahan, dan kontribusi Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.
Buku ini bukan hanya untuk warga Muhammadiyah, tetapi untuk siapa saja yang ingin memahami bagaimana Islam dapat hadir secara rasional, berkemajuan, dan tetap setia pada nilai-nilai ilahiah. Sebuah bacaan penting bagi mereka yang percaya bahwa iman dan modernitas tidak perlu saling bertentangan, justru keduanya dapat saling menguatkan.