Aceh, sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya dan sumber daya alam, memiliki banyak pengetahuan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan adanya pengelolaan yang baik, pengetahuan tradisional ini dapat menjadi modal penting dalam pengembangan produk-produk dengan indikasi geografis yang memiliki nilai tambah tinggi di pasar global. Produk-produk seperti kopi Gayo, nilam Aceh, dan beras Sigupai telah membuktikan bahwa potensi lokal yang dilindungi melalui indikasi geografis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pembahasan dalam buku Model Pengelolaan Pengetahuan Tradisional dan Indikasi Geografis dalam Meningkatkan Perekonomian di Aceh ini menawarkan berbagai rekomendasi untuk memperkuat pengelolaan pengetahuan tradisional dan indikasi geografis di Aceh, termasuk perlindungan hukum, peningkatan kapasitas masyarakat lokal, promosi produk, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Penulis meyakini model pengelolaan ini dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan perekonomian Aceh secara berkelanjutan, sekaligus menjaga kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas daerah ini.
Dengan terbitnya buku ini, pembaca akan mendapatkan panduan yang bermanfaat bagi pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berbasiskan pada pengetahuan tradisional dan indikasi geografis di Aceh.