Buku ini lahir dari sebuah keyakinan sederhana bahwa di balik dinginnya sekat-sekat birokrasi, ada detak jantung harapan warga yang ingin didengar. Buku “Pemerintah Tanpa Tirai: Menata Ulang Kepercayaan Publik” merupakan sebuah perjalanan untuk memahami mengapa rasa percaya yang seharusnya menjadi fondasi bernegara kini terasa begitu mahal. Kita sering kali lupa bahwa negara bukanlah sekadar tumpukan kertas regulasi atau deretan angka statistik, melainkan sebuah kontrak sosial yang diikat oleh ketulusan. Ketika tirai-tirai kerahasiaan ditarik terlalu rapat, yang tersisa hanyalah ruang hampa yang kemudian perlahan diisi oleh kecurigaan dan rasa asing publik.
Gagasan dalam buku ini tidak tumbuh di ruang hampa. Kejujuran atas sebuah kekurangan jauh lebih bernilai di mata publik daripada kesempurnaan yang dipaksakan atau ditutup-tutupi. “Tanpa tirai” adalah sebuah ajakan untuk memanusiakan kembali hubungan kita dalam bernegara. Menata ulang kepercayaan publik memang seperti merawat tanaman yang sudah lama layu, dia butuh kesabaran, konsistensi, dan keberanian untuk mengakui ketika sebuah langkah salah diambil. Harapannya, buku ini dapat menjadi kawan diskusi yang hangat bagi siapa saja yang merindukan pemerintahan yang lebih rendah hati dan benar-benar hadir di tengah warganya. Mari kita mulai melangkah bersama, menyingkap tirai yang ada, dan membiarkan cahaya kejujuran itu masuk menyinari rumah besar kita bersama.