| Pendidikan Tanpa Tuhan merupakan sebuah refleksi kritis dan provokatif atas arah pendidikan modern yang kian terjebak dalam logika teknokratis, algoritmik, dan pragmatis. Ditulis oleh Dr. Elihami, S.Pd., M.Pd.I., Ph.D., buku ini mengajak pembaca meninjau ulang pertanyaan paling mendasar dalam dunia pendidikan: untuk apa manusia dididik, dan ke mana pendidikan membawa peradaban jika Tuhan disingkirkan dari pusat makna? Melalui pendekatan filosofis, teologis, dan sosiologis, buku ini mengurai bagaimana pendidikan kontemporer—yang dibanggakan karena kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, dan efisiensi sistem—perlahan kehilangan ruh transendensinya. Sekolah dan universitas tidak lagi sepenuhnya membentuk manusia seutuhnya, melainkan cenderung mencetak pengguna sistem, tenaga kerja patuh, dan subjek algoritma yang miskin kesadaran spiritual dan moral. Penulis menyoroti gejala “pendidikan tanpa Tuhan” sebagai krisis makna, di mana nilai, akhlak, dan tujuan hidup tergantikan oleh standar capaian, angka, sertifikat, serta logika pasar. Dalam konteks ini, ilmu pengetahuan berisiko menjadi dingin dan netral secara moral, sementara teknologi berpotensi menjelma sebagai “tuhan baru” yang menentukan arah hidup manusia. Namun buku ini tidak berhenti pada kritik. Pendidikan Tanpa Tuhan juga menawarkan jalan reflektif dan solutif: mengembalikan dimensi ketuhanan, spiritualitas, dan etika transendental ke dalam jantung pendidikan. Pendidikan, menurut penulis, harus kembali menjadi proses pemanusiaan manusia—yang menyatukan akal, hati, iman, dan tanggung jawab peradaban. Buku ini relevan bagi pendidik, akademisi, pemimpin kebijakan, mahasiswa, serta siapa pun yang resah melihat pendidikan kehilangan arah dan jiwa. Pendidikan Tanpa Tuhan adalah seruan intelektual dan spiritual untuk menyelamatkan masa depan manusia melalui pendidikan yang bermakna, beradab, dan bertuhan. |