Limbah ampas tahu merupakan salah satu jenis limbah organik yang dihasilkan dari proses pembuatan tahu. Limbah ini terdiri dari sisa-sisa kedelai yang telah digiling dan direbus untuk menghasilkan susu kedelai. Setelah proses pemisahan antara ampas dan susu kedelai, ampas tahu biasanya tidak dimanfaatkan dan dianggap sebagai limbah. Namun, limbah ampas tahu memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku dalam berbagai produk. Dengan pengolahan yang tepat, limbah ampas tahu dapat diubah menjadi produk-produk bernilai tambah seperti pupuk organik dan baku industri pangan (tepung). Dengan memanfaatkan limbah ampas tahu secara efisien, dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Pengolahan limbah ampas tahu sebagai pupuk organik dapat menjadi salah satu alternatif ketahanan pangan di Kelurahan Balangnipa. Pembuatan pupuk organic dapat pula dikombinasikan dengan beberapa bahan organik lainnya seperti dedak dan kotoran sapi. Kedua bahan organik ini cukup melimpah di Kelurahan Balangnipa.
Oleh karena itu, untuk menghasilkan pupuk organik dengan kualitas baik, maka diperlukan dedak dan kotoran sapi yang akan dikombinasikan bersama dengan bahan utama yaitu limbah ampas tahu.