Di Indonesia, peran perempuan dalam penegakan hukum semakin mendapat perhatian seiring dengan perubahan sosial yang mendorong kesetaraan gender. Dulu, dunia hukum lebih dominan diisi oleh laki-laki, namun kini perempuan mulai menunjukkan keberanian dan kompetensinya di berbagai sektor, termasuk sebagai hakim, jaksa, polisi, hingga pengacara. Meskipun perjalanan ini penuh dengan tantangan, perempuan sebagai penegak hukum memainkan peran penting dalam menciptakan sistem peradilan yang lebih adil dan berperspektif gender.
Sebagai penegak hukum, perempuan tidak hanya sekadar menjalankan tugas profesionalnya, tetapi juga mengatasi stereotip dan hambatan struktural yang masih ada dalam masyarakat. Di tengah budaya yang sering kali mendiskreditkan kemampuan perempuan, mereka terus berjuang untuk membuktikan bahwa keadilan harus dapat diakses oleh semua pihak, tanpa memandang gender.