Dalam tradisi lisan disebutkan bahwa sejarah manusia dan pengetahuan bermula dari situ. Kehidupan mulai mengalami pergeseran karena tradisi lisan yang berperan memindahkan dari kekuatan fisikal manusia kepada kekuatan pengetahuan (Knowledge) manusia. Keberaturan sosial mulai ditata dalam kehidupan, norma-norma mulai dipelajari sebagai sebuah aturan kehidupan sekalipun masih sangat tradisional.
Erich Fromm—dalam satu paragraf di dalam konsep “Ketidakpatuhan” menyebutkan bahwa “Sejarah ummat manusia lehir karena ketidakpatuhan, dan boleh jadi sejarah ummat manusia akan berakhir karena kepatuhan”. Karena itu kepatuhan dan ketidakpatuhan harus dilakukan dengan satu jalan politik yang pada akhirnya akan menentukan peran, fungsi, serta apa yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan dalam kehidupan. Demikian pula ajaran agama yang menjujung ketaatan manusia pada pencipta-Nya. Semua itu tentang nilai.
Sebab, itu tradisi lisan—ucapan, adalah doa, karena ia doa maka senantiasa harus disenyapkan dalam setiap kata, perbuatan dan tindakan. Dari tutur yang baik adalah cerminan bagi setiap orang untuk terus menabur cinta terhadap sesamanya, maka tinggikanlah martabat kata-kata agar tidak jatuh dan melukai.