Sejarah demokrasi memang begitu panjang hingga dihampir semua negara mengamini demokrasi sebagai pilihan terbaik. The end of history sebagaimana pikiran Francis Fukuyama atas kemenangan kapitalisme sebagai penanda bahwa demokrasi itu mahal. Dengan demikian praktek politik pun harus berbiaya mahal. Politik itu mahal, bahkan untuk kalah pun kita harus mengeluarkan banyak uang—(Will Rogers)
Peralihan politik dari sistem sentralistik menuju dekonsentrasi yang demokrasi justru prakteknya mengalami distorsi nilai. Malah yang terjadi demokrasi justru di bonsai—tumbuh, digunting, tumbuh, digunting yang berakibat terjadinya kegelapan dalam demokrasi. Politik transaksional justru menjadi budaya dalam praktek demokrasi kita. Mahar politik mewarnai jantung demokrasi, yang pada hakekatnya justru ancaman bagi demokrasi.
Banjir uang yang mengalir ke politik saat ini adalah pencemaran demokrasi (Theodore H. White)