Setelah 4 purnama berlalu, liontin-liontion semakin redup. Jendela-jendela kadang diterpa angin. Entah, kerinduan padamu akankah berlalu? Seperti hari ini, hujan berlalu begitu saja.
Di balik kilatan petir, nampak langkahmu tertangkap olehku yang demikian jauh, menyusuri trotoar dengan intipan senja yang kian menurun menghampiri gelap.Tubuhmu pun perlahan tak nampak, ayunan kakimu begitu tertatih, namun tetap teratur.
Dan aku akan terus mencarimu di ruas jalan ini. Kelas menjadi sunyi, tanpamu tentunya. STANNIA, kamu dimana?