Perkembangan partisipasi masyarakat di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari perubahan sosial, politik, dan kemajuan teknologi. Buku ini mengajak pembaca menelusuri perjalanan partisipasi masyarakat Indonesia dari masa tradisional hingga era digital, mulai dari praktik gotong royong dan musyawarah adat, pembatasan partisipasi pada masa kolonial dan Orde Baru, hingga terbukanya ruang demokrasi pada era Reformasi.
Di era digital, partisipasi masyarakat mengalami transformasi besar melalui kehadiran media sosial, ruang publik digital, dan sistem e-partisipasi yang memungkinkan warga negara terlibat secara lebih cepat, luas, dan inklusif dalam kehidupan publik. Buku ini mengulas peran media sosial sebagai ruang partisipasi baru, sekaligus mengkritisi tantangan yang muncul seperti hoaks, polarisasi opini, pengaruh algoritma, serta kesenjangan literasi dan akses digital.
Dengan pendekatan analitis dan kontekstual, buku ini menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat sebagai fondasi demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif. Melalui pemanfaatan teknologi secara bijak dan peningkatan literasi digital, partisipasi masyarakat diharapkan mampu memperkuat demokrasi serta mendorong pembangunan yang lebih inklusif di Indonesia