Bagaimana mungkin kitab suci yang penuh kasih dan keadilan dipahami dengan cara yang membenarkan ketimpangan gender? Buku ini membongkar warisan tafsir yang kerap menempatkan perempuan dalam posisi subordinat dan menghadirkan perspektif baru yang lebih adil dan inklusif.
Melalui analisis mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, penulis mengajak pembaca memahami pesan Tuhan dengan pendekatan responsif gender, yang lebih relevan dengan kehidupan modern. Setiap bab mengungkap bagaimana budaya, konteks sejarah, dan bias penafsir memengaruhi pemahaman kita terhadap teks suci.
Buku ini menjadi panduan bagi siapa saja yang ingin mendalami tafsir Al-Qur’an secara kritis dan berkeadilan. Sebuah bacaan wajib bagi akademisi, aktivis gender, dan siapa pun yang peduli terhadap harmoni dalam kehidupan beragama.