Tutur Sunyi merupakan buah permenungan bisu yang telah lama terkandung dalam sanubari kedua penulis dan terpahat apik dalam kata-kata. Alunan syair-syair yang menggelitik dapat menginspirasi para pembaca yang berpapasan denganya. Karena Tutur Sunyi menggugat kepekaan para pembaca akan arti kehidupan yang mengalir lugas dalam keseharian tentang sebuah perjuangan, kehadiran sesama, kesulitan, kegembiraan, pencarian yang tak bertepi dan tujuan akhir perziarahan manusia yang bermuara pada keabadian.
Tutur Sunyi juga mengantar pembaca kepada imajinasi untuk berlabuh pada pengalamannya sendiri melalui proses interprestasi teks dalam mana tidak lagi bergantung pada maksud para penulis di luar teks. Tentang hal ini filsuf Perancis Jean Paul Ricoeur (1913-2005) menyebutnya Otonomi Semantis sebuah teks, karena setiap goresan pena pada karya ini mengandung beberapa arti yang tidak seluruhnya dapat dikontrol kedua penulis saat mereka menoreh penanya. Tutur Sunyi akan membangkitkan seluruh potensi yang terpendam dalam hati dan pikiran para pencinta sastra untuk terus bersyair dan berkreatif bersama Tutur Sunyi.