Genre-Genre Buku Fantasi: Apa Bedanya High Fantasy, Urban Fantasy, dan Magical Realism?

11 Min Read
Genre-Genre Buku Fantasi: Apa Bedanya High Fantasy, Urban Fantasy, dan Magical Realism? (Ilustrasi)

Dalam dunia literatur, ketiga genre ini sering dianggap serupa karena sama-sama mengandung elemen “keajaiban” atau “ketidakmungkinan”. Namun, fondasi dasar mereka sangat berbeda dan pemahaman yang keliru sering kali menyebabkan pembaca kecewa karena ekspektasi yang tidak terpenuhi.

  • High Fantasy membangun dunia kedua yang sepenuhnya baru dengan aturannya sendiri. Ini tentang pelarian total dari realitas.
  • Urban Fantasy membawa keajaiban masuk ke dunia modern kita, tetapi seringkali tersembunyi dari pandangan publik. Ini tentang integrasi (atau konflik) antara yang gaib dan kehidupan kota.
  • Magical Realism menyisipkan elemen ajaib ke dalam realitas kita tanpa ada yang terkejut. Ini bukan tentang dunia sihir, melainkan tentang cara pandang baru terhadap dunia nyata.

Memahami perbedaan ini akan mengubah cara Anda memilih buku dan mengapresiasi keahlian penulis dalam merangkai cerita.

Memahami Tiga Pilar Fantasi: High Fantasy, Urban Fantasy, dan Magical Realism

Banyak pembaca pemula mengira semua buku yang memuat naga, penyihir, atau kejadian aneh bisa disebut “fantasi”. Padahal, di dalam genre besar “Fantasi” (Speculative Fiction), terdapat ekosistem sub-genre dengan pakem yang sangat beragam. Kekeliruan paling umum adalah menyamakan Urban Fantasy dengan Magical Realism hanya karena sama-sama berlatar dunia modern, atau menganggap semua cerita kerajaan adalah High Fantasy.

Mari kita bedah satu per satu.

High Fantasy (Fantasi Epik): Dunia Kedua yang Nyata

High fantasy, juga dikenal sebagai fantasi epik atau serious fantasy, adalah genre yang paling identik dengan istilah “fantasi” itu sendiri .

High fantasy berlatar di dunia sekunder (secondary world). Ini bukan Bumi, atau masa depan Bumi, melainkan dunia yang sepenuhnya diciptakan oleh penulis dengan sejarah, geografi, hukum fisika, dan sistem metafisika (sihir) yang internalnya konsisten . Dunia ini tidak harus terpisah total; bisa juga diakses dari dunia nyata (seperti Narnia), namun realitas di dalamnya tetaplah dunia yang berbeda .

Ciri khasnya adalah skala epik. Konfliknya biasanya berskala besar, menyangkut nasib seluruh dunia atau peradaban. Ada pertarungan kosmik antara kebaikan dan kejahatan, meskipun penulis modern mulai mengaburkan batas ini.

Ciri-ciri Utama

  • Latar: Dunia imajiner total (misal: Middle-earth, Westeros, Earthsea).
  • Tokoh: Seringkali melibatkan “hero’s journey”, ras-ras fantasi (elf, dwarf, hobbit), dan penyihir yang bijaksana .
  • Bahasa: Gaya bahasa cenderung formal, kuno, atau puitis untuk membangun kredibilitas dunia tersebut .
  • Konflik: Moralitas yang jelas (meski tidak selalu hitam-putih), perang besar, dan ramalan kuno.

Contoh Klasik & Modern

  • Klasik: The Lord of the Rings oleh J.R.R. Tolkien. Dunia Middle-earth memiliki bahasa, mitologi, dan aturannya sendiri .
  • Modern: A Song of Ice and Fire (Game of Thrones) oleh George R.R. Martin. Meski lebih “realistis” secara politik, dunia Westeros tetaplah dunia sekunder yang sepenuhnya fiktif .
  • Lainnya: The Wheel of Time, The Name of the Wind, The Chronicles of Narnia .

Urban Fantasy: Sihir di Balik Beton

Urban fantasy adalah jembatan antara dunia imajiner dan realitas kita. Genre ini mengambil elemen fantasi klasik (vampir, werewolf, peri, penyihir) dan menempatkannya langsung di tengah-tengah kehidupan kota modern .

Secara teknis, urban fantasy adalah sub-genre di mana dunia nyata (Bumi) berdampingan dengan dunia gaib. Seringkali, keberadaan makhluk gaib ini adalah rahasia yang hanya diketahui oleh segelintir orang (“the Masquerade”), atau bisa juga menjadi pengetahuan publik yang sudah dinormalisasi . Akademisi Stefan Ekman mendefinisikannya sebagai genre yang mengeksplorasi modernitas melalui lensa magis, sering kali berfokus pada hal-hal yang “tak terlihat” oleh masyarakat umum—baik itu komunitas tersembunyi atau ruang-ruang urban yang terabaikan .

Insight penting: Urban fantasy sering menggunakan struktur naratif dari genre lain, terutama detektif atau noir. Penyihir bisa berprofesi sebagai detektif swasta, dan vampir bisa menjadi penguasa kejahatan terorganisir .

Ciri-ciri Utama

  • Latar: Kota nyata seperti London, Chicago, New York, atau Jakarta. Kota bukan sekadar latar, tapi adalah “karakter” itu sendiri dengan atmosfer dan bahayanya .
  • Integrasi: Sihir dan teknologi sering berkonflik atau berkompetisi. Di seri Kate Daniels, sihir dan teknologi hadir dalam gelombang yang saling mematikan .
  • Tokoh: Protagonis biasanya keras, sinis, dan dewasa. Banyak menampilkan tokoh utama wanita yang kuat . Mereka adalah detektif, tentara bayaran, atau aparat penegak hukum yang menangani kasus-kasus supranatural.

Contoh Klasik & Modern

  • Dresden Files oleh Jim Butcher: Seorang penyihir bernama Harry Dresden yang tercatat di direktori telepon sebagai konsultan kepolisian Chicago untuk kasus gaib .
  • Neverwhere oleh Neil Gaiman: Sebuah “London Below” yang magis dan gelap eksis di bawah selokan kota London .
  • Shadowshaper oleh Daniel José Older: Menggabungkan budaya urban Brooklyn dengan sihir berbasis seni dan leluhur.

Magical Realism (Realisme Magis): Keajaiban yang Lumrah

Inilah genre yang paling sering disalahpahami. Magical realism lahir dari tradisi sastra Amerika Latin dan memiliki filosofi yang sangat berbeda dari dua genre di atas .

Menurut sumber dari Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, realisme magis adalah kaedah penulisan yang memaparkan perkara aneh, ajaib, dan luar biasa sebagai perkara biasa atau ghalib . Tidak seperti fantasi yang memperakukan keanehannya, realisme magis menyifatkan perkara aneh ini sebagai sesuatu yang lumrah. Tujuannya bukan untuk membuat pembaca takjub pada keajaibannya, melainkan untuk memperluas horison realitas itu sendiri .

Dalam magical realism, seorang wanita bisa naik ke langit sambil menjemur kain, dan keluarganya hanya akan menganggap itu hal biasa sambil melanjutkan makan malam. Reaksi karakter inilah kuncinya: tidak ada reaksi terkejut.

Ciri-ciri Utama

  • Latar Dunia Nyata: Cerita berlokasi di dunia nyata dengan setting sosial-politik yang riil (misal: Kolombia di Seratus Tahun Kesunyian, atau China di Red Sorghum).
  • Elemen Fantastis yang “Datar”: Elemen magis dimasukkan tanpa penjelasan, tanpa sistem sihir, dan tanpa rasa heran dari tokohnya.
  • Fungsi Simbolis: Keajaiban di sini seringkali bersifat metaforis atau simbolis untuk mengkritik realitas sosial, politik, atau budaya .
  • Nada Naratif: Ditulis dengan gaya yang lugas, polos, dan realistis, bahkan saat mendeskripsikan hal yang paling mustahil sekalipun.

Perbedaan fundamental dengan fantasi: Dalam fantasi, yang ajaib adalah “istimewa”. Dalam magical realism, yang ajaib adalah “biasa” .

Contoh Klasik & Modern

  • Klasik: One Hundred Years of Solitude oleh Gabriel García Márquez. Hujan bunga kuning, ramalan, dan kenaikan fisik ke surga adalah bagian dari kehidupan sehari-hari keluarga Buendía .
  • Modern: The House of the Spirits oleh Isabel Allende.
  • Nusantara: Hikayat Tanah Jauh oleh Zainal Rashid Ahmad, dan beberapa karya Seno Gumira Ajidarma yang menggambarkan kejadian mustahil di tengah realitas sosial Indonesia .

Tabel Perbandingan Cepat

Fitur PembedaHigh FantasyUrban FantasyMagical Realism
DuniaDunia Kedua (Second World)Dunia Nyata (Bumi Modern)Dunia Nyata (Bumi)
Reaksi pada SihirNormal (bagian dari dunia)Tersembunyi / Rahasia / BiasaBiasa & Diterima
Tujuan SihirMembangun Epik & KonflikEksplorasi Modernitas / HiburanKritik Realitas / Simbolisme
Gaya CeritaEpik, Mitos, HeroikNoir, Detektif, AksiSastra, Filosofis
ContohThe Lord of the RingsThe Dresden FilesOne Hundred Years of Solitude

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan di Google

Q1: Apa perbedaan utama antara Urban Fantasy dan Magical Realism?

Perbedaan paling mendasar terletak pada reaksi karakter terhadap keajaiban . Dalam Urban Fantasy, kehadiran vampir atau penyihir biasanya dianggap luar biasa, aneh, atau setidaknya perlu dirahasiakan. Ada konflik antara dunia normal dan dunia magis. Dalam Magical Realism, jika seorang pria tiba-tiba bersayap, tokoh lain mungkin hanya akan bertanya, “Kamu mau saus tomat?” tanpa merasa ada yang ganjil. Urban Fantasy menggunakan fantasi untuk cerita, Magical Realism menggunakan fantasi untuk metafora.

Q2: Apakah Harry Potter termasuk High Fantasy atau Urban Fantasy?

Harry Potter adalah contoh klasik persilangan (hybrid). Karena dunia sihirnya tersembunyi di balik dunia Muggle dan berlatar di Inggris modern (London dan sekitarnya), ia memiliki elemen Urban Fantasy yang kuat. Namun, karena sekolah Hogwarts dan Kementerian Sihir adalah dunia dengan aturannya sendiri yang terpisah dari Muggle, ia juga memiliki elemen High Fantasy (dunia sekunder yang dapat diakses). J.S. Rowling berhasil memadukan keduanya. Jika mengacu pada definisi ketat, Hogwarts adalah dunia sekunder di dalam dunia nyata .

Q3: Mana yang lebih dulu ada, High Fantasy atau Magical Realism?

Secara kronologis, High Fantasy (dalam bentuk modernnya) sering dikaitkan dengan George MacDonald dan William Morris di abad ke-19, lalu dipopulerkan oleh Tolkien di pertengahan abad ke-20. Magical Realism secara resmi dicetuskan sebagai istilah oleh kritikus Jerman Franz Roh pada tahun 1925, namun berkembang pesat sebagai gerakan sastra di Amerika Latin mulai tahun 1940-an dan 1950-an . Jadi, akar keduanya bisa ditelusuri hingga awal abad ke-20.

Q4: Apakah cerita tentang dewa-dewi di kota modern (seperti American Gods) termasuk Urban Fantasy?

Ya. American Gods oleh Neil Gaiman adalah contoh sempurna Urban Fantasy . Ceritanya mengambil mitologi kuno (dewa-dewi) dan menempatkan mereka di Amerika modern, berinteraksi dengan kehidupan modern. Ini memenuhi kriteria utama Urban Fantasy: dunia nyata sebagai latar, dan elemen fantastis yang berinteraksi dengan modernitas.

Q5: Bisakah sebuah buku masuk ke dalam dua genre sekaligus?

Sangat bisa. Genre hanyalah alat bantu untuk pemasaran dan ekspektasi pembaca, bukan kotak kaku. Banyak karya yang melintasi batas. Contohnya, The City & The City oleh China Miéville bisa dibaca sebagai Urban Fantasy, Noir, atau bahkan fiksi filosofis. Memahami spektrum genre akan membantu Anda lebih menikmati nuansa dalam sebuah cerita .

Loading

Share This Article