Genre Buku Ada Apa Saja Selain Romantis? Mengenal 10 Sub-Genre yang Sedang Hype

10 Min Read
Royalti vs Flat Fee: Panduan Strategis untuk Penulis Pemula (Ilustrasi)

Di tengah dominasi novel romansa dan BookTok yang sering mempromosikan trope percintaan yang repetitif, pembaca sering mengalami reading slump (kebuntuan membaca).

Artikel ini tidak hanya menyajikan daftar genre, tetapi membedah 10 sub-genre spesifik yang sedang naik daun secara global namun masih jarang dibahas mendalam di Indonesia.

Kami menyertakan definisi teknis yang presisi untuk dikutip, serta analisis mengapa genre ini relevan dengan kondisi psikologis pembaca modern. Ini adalah panduan kurasi untuk memperluas wawasan literasi Anda.

Genre Buku Ada Apa Saja Selain Romantis?

Apakah rak buku Anda mulai terasa monoton? Jika Anda merasa plot cerita mulai tertebak—benci jadi cinta, cinta segitiga, atau drama perjodohan—mungkin ini saatnya melakukan “detoks” literasi. Dunia fiksi jauh lebih luas daripada sekadar hubungan antarmanusia.

Membaca di luar zona nyaman bukan hanya soal hiburan; ini adalah cara melatih neuroplastisitas otak untuk membayangkan dunia, sistem, dan realitas yang benar-benar asing. Artikel ini akan membawa Anda menyelami 10 sub-genre yang sedang hype, menawarkan pelarian yang cerdas dan menyegarkan.

Mengapa Kita Perlu Melirik Keluar dari Zona Romansa?

Sebelum masuk ke daftar, mari kita pahami konteksnya. Romansa memang menjual mimpi, tetapi genre spekulatif, misteri, dan kontemporer menjual gagasan.

Saat ini, tren literasi global sedang bergeser ke arah apa yang disebut escapism with a purpose (pelarian dengan tujuan).

Pembaca mencari cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memvalidasi kecemasan mereka tentang teknologi, iklim, atau sekadar mencari ketenangan batin tanpa bumbu drama percintaan yang melelahkan.

10 Sub-Genre Unik yang Sedang Hype (Dan Layak Anda Baca)

Berikut adalah kurasi sub-genre yang menawarkan pengalaman membaca yang distingtif, lengkap dengan definisi teknis yang mudah Anda pahami.

1. Dark Academia

Genre ini meledak berkat estetika visual di media sosial, namun substansinya sangat dalam.

Definisi Teknis:

“Sebuah sub-genre yang berpusat pada lingkungan akademis (sekolah asrama atau universitas tua), yang mengeksplorasi obsesi terhadap pengetahuan klasik, seni, dan kematian, seringkali dibalut dengan nuansa moralitas yang abu-abu dan tragedi.”

Kenapa Hype?

Ini adalah antitesis dari kehidupan digital yang dangkal. Pembaca diajak masuk ke perpustakaan berdebu, rahasia kuno, dan karakter yang rela menghancurkan diri demi ambisi intelektual.

2. Hopepunk

Jika Grimdark (seperti Game of Thrones) mengajarkan bahwa dunia ini kejam dan sia-sia, Hopepunk adalah perlawanannya.

Definisi Teknis:

“Narasi spekulatif yang memosisikan harapan, kebaikan, dan empati bukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai tindakan perlawanan radikal di tengah dunia yang distopis atau penuh kekacauan.”

Kenapa Hype?

Dunia nyata sedang melelahkan. Hopepunk tidak menawarkan akhir bahagia yang naif, tetapi menawarkan semangat bahwa “mencoba menjadi baik” itu sendiri adalah kemenangan.

3. Cozy Fantasy (Low Stakes Fantasy)

Lupakan perang antar kerajaan atau naga yang membakar desa. Ini adalah fantasi dengan “taruhan rendah”.

Definisi Teknis:

“Fiksi fantasi yang memprioritaskan kenyamanan atmosfer dan hubungan antarkarakter di atas konflik epik atau kekerasan, seringkali berfokus pada aktivitas sehari-hari seperti mengelola kedai kopi atau toko buku sihir.”

Kenapa Hype?

Dipopulerkan oleh buku seperti Legends & Lattes. Ini seperti selimut hangat dalam bentuk buku. Cocok untuk Anda yang ingin nuansa sihir tanpa stres mengikuti politik kerajaan yang rumit.

4. Climate Fiction (Cli-Fi)

Bukan sekadar buku bencana, ini adalah refleksi kecemasan generasi masa kini.

Definisi Teknis:

“Literatur yang menangani perubahan iklim dan pemanasan global bukan hanya sebagai latar belakang, tetapi sebagai penggerak utama plot yang memengaruhi psikologi karakter dan struktur masyarakat.”

Kenapa Hype?

Genre ini membuat isu lingkungan terasa personal dan mendesak, bukan lagi sekadar statistik di berita.

5. Folk Horror

Berbeda dengan horor penuh jumpscare, ini lebih mengganggu secara psikologis.

Definisi Teknis:

“Sub-genre horor yang menggunakan elemen cerita rakyat, paganisme, dan isolasi pedesaan untuk menciptakan ketakutan akan kekuatan alam atau tradisi kuno yang tidak dipahami oleh logika modern.”

Kenapa Hype?

Film seperti Midsommar memicu kebangkitan genre ini. Ketakutannya berasal dari atmosfer dan isolasi, bukan hantu.

6. LitRPG (Literary Role Playing Game)

Perpaduan antara novel dan mekanisme video game.

Definisi Teknis:

“Karya fiksi di mana narasi cerita secara eksplisit menggabungkan elemen dan mekanisme permainan peran (RPG), seperti sistem level, statistik karakter, dan notifikasi tugas (quest) yang disadari oleh tokoh utamanya.”

Kenapa Hype?

Sangat populer di kalangan Gamer yang suka membaca. Memberikan rasa “progression” yang memuaskan saat karakter utama bertambah kuat secara terukur.

7. Silkpunk

Istilah yang diciptakan oleh penulis Ken Liu.

Definisi Teknis:

“Sub-genre fantasi teknologi yang memadukan estetika dan filosofi Asia Timur klasik dengan teknologi spekulatif yang berbasis pada bahan organik (sutra, bambu, kertas) alih-alih logam dan uap (Steampunk).”

Kenapa Hype?

Memberikan alternatif segar dari science fiction yang biasanya sangat “Barat” dan industrial. Estetikanya sangat indah dan filosofis.

8. Tartan Noir

Bagi pecinta detektif, lupakan Sherlock Holmes sejenak.

Definisi Teknis:

“Bentuk fiksi kriminal yang berasal dari Skotlandia, ditandai dengan pandangan dunia yang sinis, humor gelap, dan seringkali menampilkan karakter anti-hero yang bergulat dengan masalah eksistensial.”

Kenapa Hype?

Bahasa yang lugas, gritty, dan realisme yang keras membuat genre ini terasa lebih “jantan” dan tanpa basa-basi.

9. New Weird

Genre yang sulit dikategorikan dan membengkokkan realitas.

Definisi Teknis:

“Fiksi spekulatif yang menolak batasan genre tradisional, menggabungkan elemen horor tubuh (body horror), fantasi surealis, dan sci-fi untuk menciptakan dunia yang terasa asing dan seringkali tidak nyaman.”

Kenapa Hype?

Untuk pembaca yang bosan dengan struktur cerita konvensional. Membaca New Weird terasa seperti mengalami mimpi demam yang artistik.

10. Domestic Thriller

Misteri yang terjadi di balik pintu rumah yang tertutup rapat.

Definisi Teknis:

“Thriller psikologis yang fokus pada ketegangan dalam hubungan interpersonal terdekat—suami istri, saudara, atau tetangga—di mana bahaya datang dari orang yang seharusnya paling dipercaya.”

Kenapa Hype?

Sifatnya yang relate membuat genre ini sangat mengerikan. “Ini bisa terjadi pada siapa saja” adalah daya tarik utamanya.

Era “Genre-Bending” dan Estetika Visual

Kebanyakan artikel hanya memberi daftar. Namun, yang perlu Anda pahami adalah pergeseran perilaku pembaca saat ini. Kita sedang berada di era Genre-Bending (Pelenyapan Batas Genre).

Buku-buku terlaris tahun ini jarang berdiri di satu kaki. Sebuah buku bisa saja bergenre Sci-Fi tapi dengan vibe Cozy Mystery. Atau Sejarah dengan elemen Horor.

Insight Kunci: Popularitas genre saat ini sangat dipengaruhi oleh Estetika Visual (Vibes).

Di era Instagram dan TikTok, pembaca sering memilih buku berdasarkan “atmosfer” yang bisa divisualisasikan (seperti Dark Academia dengan jas tweed dan kopi, atau Cottagecore untuk Cozy Fantasy). Jika Anda seorang penulis atau konten kreator, jangan hanya menjual plot; juallah estetikanya. Genre bukan lagi sekadar label di perpustakaan, melainkan identitas gaya hidup pembaca.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Dicari

Q: Apa genre buku yang paling sulit ditulis selain romantis?

A: Banyak penulis sepakat bahwa Hard Science Fiction dan High Fantasy adalah yang tersulit. Keduanya membutuhkan world-building (pembangungan dunia) yang masif, riset sains yang akurat, atau penciptaan sistem sihir dan politik yang konsisten dari nol.

Q: Apa perbedaan Fiksi Spekulatif dengan Fiksi Ilmiah (Sci-Fi)?

A: Fiksi Spekulatif adalah “payung besar” yang menaungi semua cerita yang mengandung elemen “bagaimana jika” yang tidak nyata (termasuk fantasi, horor, sci-fi). Sedangkan Sci-Fi adalah bagian spesifik yang berlandaskan pada teknologi atau sains masa depan. Semua Sci-Fi adalah Fiksi Spekulatif, tapi tidak semua Fiksi Spekulatif adalah Sci-Fi.

Q: Rekomendasi genre untuk pemula yang ingin berhenti baca romantis?

A: Mulailah dengan Thriller Psikologis atau Misteri. Genre ini memiliki pace (tempo) yang cepat dan membuat penasaran (“page-turner”), sehingga transisi dari novel romantis tidak akan terasa membosankan atau terlalu berat.

Q: Apakah novel tanpa romansa membosankan?

A: Sama sekali tidak. Tanpa fokus pada hubungan romantis, penulis memiliki ruang lebih untuk mengeksplorasi hubungan persahabatan (platonic), hubungan keluarga, pengembangan diri karakter, atau intrik plot yang kompleks yang seringkali lebih memuaskan secara intelektual.

Langkah Selanjutnya

Sudah siap meninggalkan zona nyaman? Pilih satu dari 10 genre di atas yang paling “menggelitik” rasa ingin tahu Anda. Jika Anda menyukai suasana tenang, ambil Cozy Fantasy. Jika Anda ingin tantangan intelektual, cobalah Dark Academia. Selamat menjelajah dunia baru!

Loading

Share This Article