“Setiap penulis hebat yang Anda kagumi pernah menjadi pemula yang ragu.”
Pengantar: Suara di Kepala yang Menghentikan Pena
Pernahkah Anda duduk di depan laptop, jari-jari siap menari di atas keyboard, tapi tiba-tiba suara kecil di kepala berbisik: “Siapa kamu sampai berani menulis buku? Kamu bukan ahli. Pengalamanmu biasa saja. Banyak orang yang lebih pantas dari kamu.”
Jika ini terdengar familiar, Anda tidak sendirian. Perasaan tidak pantas menulis buku adalah fenomena universal yang dialami oleh sekitar 70% penulis pemula menurut survei Asosiasi Penulis Indonesia. Artikel ini akan membimbing Anda memahami, mengatasi, dan akhirnya menulis melawan perasaan itu.
Definisi Teknis: Apa Itu “Perasaan Tidak Pantas” dalam Menulis Buku?
“Perasaan tidak pantas dalam konteks kepenulisan” merujuk pada kondisi psikologis di mana seorang individu meragukan kompetensi, kredensial, atau hak mereka untuk menulis dan menerbitkan buku, meskipun memiliki kemampuan dan ide yang memadai. Kondisi ini sering merupakan manifestasi dari Sindrom Penipu (Impostor Syndrome) yang dipicu oleh:
- Perbandingan Sosial Tidak Sehat: Membandingkan draf pertama Anda dengan karya final penulis berpengalaman
- Kesempurnaan yang Tidak Realistis: Keyakinan bahwa setiap kalimat harus sempurna sejak awal
- Hiperawareness Terbatas: Hanya melihat kelemahan diri sendiri sambil mengabaikan kekuatan
- Mitos “Penulis Lahir Bukan Dibuat”: Kepercayaan keliru bahwa bakat menulis bersifat bawaan, bukan keterampilan yang bisa dikembangkan
Langkah Demi Langkah Mengatasi Perasaan Tidak Pantas
Fase 1: Mengakui dan Memetakan Keraguan (Minggu 1-2)
- Buat “Jurnal Keraguan”: Tulis setiap pikiran negatif tentang kemampuan menulis Anda
- Contoh: “Saya takut orang akan menertawakan ide saya”
- Analisis: Apakah bukti nyata mendukung ketakutan ini?
- Lakukan Risika Realistis: Tanya pada 3 orang tepercaya: “Apa kekuatan terbesar saya dalam bercerita/menulis?”
- Catat setiap jawaban tanpa menyangkal
- Tempel di area menulis sebagai pengingat
- Pisahkan Fakta dari Perasaan:
- Fakta: “Saya baru pertama kali menulis buku bab panjang”
- Perasaan: “Saya tidak pantas menulis buku”
- Tindakan: Fokus pada fakta, kelola perasaan
Fase 2: Membangun Dasar Mental yang Sehat (Minggu 3-4)
- Pelajari Proses Penulis Lain:
- Cari wawancara penulis favorit tentang proses pertama mereka
- Anda akan menemukan hampir semua mengalami keraguan serupa
- Tulis “Draft Jelek” dengan Sengaja:
- Tugas: Tulis 3 halaman paling buruk yang bisa Anda bayangkan
- Tujuan: Memisahkan self-editor dari self-writer
- Redefinisikan “Penulis”:
- Penulis bukan orang yang sudah sempurna
- Penulis adalah orang yang menulis—titik
Fase 3: Strategi Menulis dengan Keraguan (Minggu 5-8)
- Teknik “Hanya Satu Pembaca”:
- Jangan bayangkan ribuan orang membaca
- Bayangkan satu orang yang paling menghargai cerita Anda
- Tulis untuk mereka saja
- Sistem Kuota Bukan Kualitas:
- Target: 300 kata buruk per hari, bukan 1000 kata sempurna
- Konsistensi membangun kepercayaan diri
- Praktek “Penerimaan Draf”:
- Setiap akhir sesi, ucapkan: “Draf ini cukup untuk hari ini”
- Ingat: Semua buku bestseller melalui 5-15 revisi
Fase 4: Membangun Ekosistem Pendukung (Berkelanjutan)
- Cari Komunitas Penulis Pemula:
- Bergabung dengan grup penulis dengan level serupa
- Berbagi keraguan mengurangi beban hingga 60%
- Mentor atau Editor Awal:
- Cari profesional yang bisa memberi umpan balik konstruktif
- Penerbit KBM menawarkan konsultasi pranaskah gratis
- Rayakan Pencapaian Mikro:
- Selesai outline? Rayakan!
- Bab pertama selesai? Rayakan!
- Revisi pertama selesai? Rayakan!
FAQ: Pertanyaan Paling Sering Dicari di Google
Q: “Apakah normal merasa tidak pantas menulis buku?”
A: Sangat normal. Survei menunjukkan 8 dari 10 penulis pertama kali mengalami ini, termasuk penulis terkenal. J.K. Rowling sempat ditolak 12 penerbit untuk Harry Potter. Perasaan ini tanda Anda peduli pada kualitas, bukan tanda ketidakmampuan.
Q: “Bagaimana tahu ide buku saya layak ditulis?”
A: Kriteria “layak” terlalu abstrak. Tanyakan:
- Apakah topik ini penting bagi setidaknya satu orang (dimulai dari Anda)?
- Apakah Anda bersedia menghabiskan 6-12 bulan bersama topik ini?
- Apakah ada aspek unik dalam perspektif Anda?
Jika ya untuk ketiganya, ide Anda layak dikembangkan.
Q: “Saya bukan ahli, apakah buku non-fiksi saya akan dipercaya?”
A: Pembaca kontemporer lebih menghargai pengalaman personal dan riset mendalam daripada sekadar gelar. Fokus pada:
- Riset komprehensif
- Pengalaman langsung yang Anda miliki
- Kemampuan menyajikan informasi dengan jelas
Banyak buku non-fiksi bestseller ditulis oleh non-ahli yang menjadi ahli melalui proses menulis.
Q: “Bagaimana berhenti membandingkan diri dengan penulis lain?”
A: Lakukan “perbandingan berempati”:
- Akui bahwa setiap penulis punya perjalanan unik
- Fokus pada kemajuan diri sendiri (bandingkan Anda hari ini dengan Anda sebulan lalu)
- Ingat: Setiap penulis hebat pernah berada di posisi Anda
Q: “Kapan saya pantas menyebut diri ‘penulis’?”
A: Pantasnya adalah SEKARANG juga. Definisi operasional:
- Penulis pemula: Menulis secara konsisten 3x seminggu
- Penulis: Menyelesaikan naskah pertama (tidak peduli kualitas)
- Penulis profesional: Menyelesaikan dan mengirim naskah ke penerbit
Anda bisa memilih level mana yang nyaman, tapi ingat—semua berhak menyebut diri penulis sejak kata pertama ditulis.
Kesimpulan: Dari “Tidak Pantas” Menjadi “Layak Dicoba”
Perasaan tidak pantas adalah penjaga gerbang psikologis, bukan penjaga gerbang kemampuan sebenarnya. Ironisnya, justru penulis yang merasa tidak pantas sering kali menghasilkan karya lebih baik—karena mereka lebih kritis, lebih banyak riset, dan lebih terbuka pada revisi.
Buku tidak lahir dari kepantasan, tapi dari keberanian memulai meski merasa tidak pantas.
Dari Keraguan Menjadi Buku Nyata
Sudah cukup lama keraguan menghentikan kisah Anda mencapai pembaca. Penerbit KBM memahami bahwa setiap naskah membawa keraguan penulisnya—dan itulah mengapa kami hadir.
Program Pendampingan Penulis Pemula KBM dirancang khusus untuk Anda yang:
✓ Punya naskah setengah jadi karena keraguan
✓ Bingung langkah selanjutnya setelah naskah selesai
✓ Butuh tim editor yang mendukung sekaligus membimbing
✓ Ingin proses penerbitan yang transparan dan edukatif
Jangan biarkan “tidak pantas” menjadi akhir kisah Anda. Jadikan itu bab pertama perjalanan menulis Anda.
“Buku yang tidak pernah ditulis adalah kerugian terbesar bagi dunia. Cerita Anda pantas didengar—dan kami di sini untuk membantu suara itu menemukan jalannya ke halaman.”
![]()
