50+ Genre Buku Lengkap A-Z: Panduan Fiksi & Non-Fiksi (2026)

10 Min Read
SEO untuk Penulis Wattpad: Cara Riset Judul & Tag Agar Cerita Muncul di Pencarian Teratas (Ilustrasi)

Dunia literasi tidak lagi sekadar hitam dan putih antara fiksi dan non-fiksi. Memasuki pertengahan dekade 2020-an, kita melihat ledakan micro-genres dan kategori hibrida yang didorong oleh algoritma media sosial. Memahami genre hari ini bukan hanya soal menata rak buku, tapi soal memahami peta pengalaman emosional manusia.

Ringkasan Eksekutif

Apa yang akan Anda dapatkan di sini?

Artikel ini adalah kompas literasi Anda. Berbeda dengan daftar generik yang mungkin Anda temukan di halaman pertama pencarian, kami membedah lebih dari 50 genre dengan pendekatan taksonomi modern. Kami menyertakan tren terbaru tahun 2026 seperti Cli-Fi (Climate Fiction) dan Romantasy, memberikan definisi teknis yang presisi, serta wawasan eksklusif tentang bagaimana “Tropes” kini menggeser posisi “Genre” dalam industri penerbitan global.

Membedah Anatomi Buku: Apa Itu Genre Sebenarnya?

Sebelum masuk ke daftar A-Z, kita perlu meluruskan satu hal. Banyak orang salah mengartikan “format” (seperti Komik atau Audiobook) sebagai genre.

Definisi Teknis:

“Genre adalah taksonomi sastra yang mengelompokkan karya berdasarkan kesamaan gaya naratif, struktur plot, dan elemen emosional dominan. Ia berfungsi sebagai ‘kontrak janji’ antara penulis dan pembaca mengenai pengalaman yang akan didapatkan.”

Jika Anda membeli buku Thriller, janji yang diberikan adalah adrenalin. Jika Anda membeli Romance, janjinya adalah kebahagiaan emosional (HEA – Happily Ever After).

Insight Eksklusif 2026: Kematian “Genre Murni”

(Insight ini jarang dibahas di artikel umum)

Di tahun 2026, batas antar genre semakin kabur. Fenomena yang terjadi di platform seperti TikTok (BookTok) dan Threads mengubah cara kita melabeli buku. Kita sedang bergerak dari Genre-Based Marketing menuju Vibe-Based Marketing.

Contohnya, pembaca kini lebih jarang mencari “Novel Fantasi”. Sebaliknya, mereka mencari “Dark Academia” (estetika akademis yang suram) atau “Cozy Fantasy” (fantasi dengan risiko rendah dan kenyamanan tinggi). Penerbit kini lebih fokus menjual “suasana” (mood) daripada sekadar kategori perpustakaan kaku.

Daftar Lengkap Genre Fiksi (A-Z)

Berikut adalah 50+ genre dan sub-genre yang telah dikurasi, mencakup klasik hingga tren kontemporer:

A – E

  1. Action & Adventure: Fokus utamanya adalah risiko fisik dan perjalanan berbahaya. Karakter utama biasanya harus menyelesaikan misi hidup-mati.
  2. Alternative History: Menjawab pertanyaan “Bagaimana jika?”. Contoh: Bagaimana jika Jerman memenangkan Perang Dunia II?
  3. Anthology: Kumpulan karya pendek (cerpen/puisi) dari berbagai penulis dalam satu tema.
  4. Bildungsroman: Istilah sastra untuk kisah “Coming-of-Age”. Fokus pada transisi psikologis dan moral dari remaja menuju dewasa.
  5. Chick Lit: Fiksi modern yang membahas isu wanita urban, karir, dan percintaan dengan nada humoris dan ringan.
  6. Children’s Fiction: Buku untuk pembaca anak-anak, seringkali dengan ilustrasi (bukan Picture Book, tapi novel awal).
  7. Classic: Karya yang telah melampaui ujian waktu dan dianggap memiliki nilai artistik universal.
  8. Cli-Fi (Climate Fiction): (Tren 2026) Fiksi yang berspekulasi tentang dampak perubahan iklim ekstrim terhadap masyarakat.
  9. Contemporary Fiction: Cerita realistis yang terjadi di masa sekarang (pasca perang dunia II hingga hari ini).
  10. Crime: Fokus pada tindakan kriminal, investigasi, dan motif pelaku.
  11. Cyberpunk: Sub-genre Sci-Fi yang fokus pada “High Tech, Low Life”—teknologi canggih di tengah masyarakat yang bobrok moralnya.
  12. Drama: Karya yang sangat fokus pada konflik emosional mendalam antar karakter.
  13. Dystopian: Kebalikan dari utopia. Menggambarkan masyarakat masa depan yang menakutkan, biasanya di bawah rezim totaliter.
  14. Epic Fantasy (High Fantasy): Cerita dengan skala besar, dunia rekaan total (seperti Lord of the Rings), dan sistem sihir yang kompleks.

F – J

  1. Fable: Cerita pendek dengan hewan yang berperilaku seperti manusia untuk menyampaikan pesan moral.
  2. Fairy Tale: Cerita rakyat yang melibatkan sihir, makhluk ajaib, dan latar waktu yang tidak spesifik (“Pada zaman dahulu kala…”).
  3. Fan Fiction: Cerita yang ditulis penggemar menggunakan karakter atau dunia dari karya orang lain.
  4. Fantasy: Genre payung untuk segala cerita yang melibatkan elemen supranatural atau sihir.
  5. Folklore: Legenda atau cerita tradisional yang diturunkan secara lisan dalam suatu budaya.
  6. Graphic Novel: Cerita panjang yang disampaikan lewat seni sekuensial (komik), memiliki plot yang kompleks layaknya novel.
  7. Historical Fiction: Fiksi yang berlatar di masa lalu yang spesifik, dengan detail periode yang akurat.
  8. Historical Romance: Kisah cinta yang terjadi di masa lalu (misal: Era Regency atau Victorian).
  9. Horror: Dirancang khusus untuk memicu rasa takut, jijik, atau ngeri pada pembaca.

K – O

  1. Literary Fiction: Buku yang lebih mengutamakan gaya bahasa, simbolisme, dan kedalaman karakter daripada plot yang cepat. Seringkali berakhir ambigu.
  2. Magical Realism: Dunia nyata yang normal, namun kejadian magis dianggap sebagai hal biasa (Sangat populer di sastra Amerika Latin).
  3. Manga: (Sering dianggap genre, padahal format). Novel grafis gaya Jepang.
  4. Metafiction: Fiksi yang sadar bahwa dirinya adalah fiksi. Penulis mungkin “memecahkan dinding keempat” dan berbicara pada pembaca.
  5. Mystery: Fokus pada teka-teki “Siapa pelakunya?” (Whodunnit).
  6. Noir: Sub-genre kriminal dengan protagonis yang sinis, latar kota yang gelap, dan moralitas yang abu-abu.

P – T

  1. Paranormal Romance: Kisah cinta antara manusia dan makhluk supranatural (vampir, werewolf, hantu).
  2. Picture Book: Buku yang mengandalkan gambar untuk bercerita, biasanya untuk balita.
  3. Poetry (Puisi): Ekspresi perasaan dan ide melalui gaya bahasa yang khas, rima, dan ritme.
  4. Political Thriller: Ketegangan yang dibangun di atas perebutan kekuasaan politik dan intrik negara.
  5. Post-Apocalyptic: Cerita yang berlatar setelah hancurnya peradaban dunia (misal: setelah perang nuklir atau wabah zombie).
  6. Realistic Fiction: Cerita yang sangat mungkin terjadi di dunia nyata, tanpa elemen fantasi sedikitpun.
  7. Romance: Genre dengan satu aturan mutlak: Fokus pada hubungan romantis dan harus memiliki akhir bahagia (HEA).
  8. Romantasy: (Tren Besar 2026) Gabungan Romance dan Fantasy. Plot fantasi ada, tapi porsi kisah cintanya sangat dominan.
  9. Satire: Menggunakan humor, ironi, atau lelucon untuk mengkritik kebodohan manusia atau kebijakan politik.
  10. Science Fiction (Sci-Fi): Spekulasi berdasarkan sains dan teknologi (masa depan, luar angkasa, robot).
  11. Short Story: Prosa naratif yang lebih pendek dari novel, biasanya fokus pada satu insiden.
  12. Space Opera: Petualangan epik di luar angkasa, seringkali melodramatis dengan perang antar galaksi.
  13. Speculative Fiction: Istilah payung untuk semua cerita yang bertanya “Bagaimana jika?” (mencakup Sci-Fi, Fantasi, Horor).
  14. Steampunk: Sci-Fi retro-futuristik yang menggunakan teknologi mesin uap era Victoria.
  15. Thriller: Fokus pada ketegangan psikologis, rasa bahaya, dan kegembiraan. Seringkali melibatkan timer atau tenggat waktu.
  16. Tragedy: Cerita di mana protagonis mengalami kejatuhan atau kehancuran karena kekurangan fatal dalam dirinya.

U – Z

  1. Urban Fantasy: Cerita sihir atau makhluk mitos yang hidup sembunyi-sembunyi di kota modern.
  2. Western: Berlatar di perbatasan Amerika (“Wild West”) pada abad ke-19, fokus pada koboi dan penegak hukum.
  3. Women’s Fiction: Berpusat pada pengalaman hidup wanita dan perkembangan emosionalnya (tidak melulu soal cinta seperti Romance).
  4. Young Adult (YA): Ditujukan untuk pembaca usia 12-18 tahun, namun temanya sering dinikmati orang dewasa.
  5. Zombie Fiction: Fokus pada bertahan hidup dari mayat hidup.

Kategori Utama Non-Fiksi

Non-fiksi adalah tentang fakta dan kebenaran, namun cara penyampaiannya bisa sangat variatif:

  • Autobiography: Kisah hidup seseorang ditulis oleh dirinya sendiri.
  • Biography: Kisah hidup seseorang ditulis oleh orang lain.
  • Creative Non-Fiction (Narrative Non-Fiction): Fakta yang ditulis dengan gaya penceritaan novel (sangat populer saat ini).
  • Memoir: Mirip autobiografi, tapi hanya fokus pada satu periode atau tema spesifik dalam hidup penulis (bukan dari lahir sampai mati).
  • Self-Help: Buku panduan untuk mengembangkan diri atau memecahkan masalah pribadi.
  • True Crime: Analisis mendalam tentang kasus kriminal nyata yang pernah terjadi.

FAQ: Pertanyaan Paling Sering Dicari (Google)

Q: Apa perbedaan Novel dan Novelet?

A: Perbedaannya ada pada jumlah kata. Cerpen biasanya <7.500 kata, Novelet 7.500-17.500 kata, Novella 17.500-40.000 kata, dan Novel biasanya >40.000 kata.

Q: Apakah “Fiksi Ilmiah” dan “Fantasi” itu sama?

A: Tidak. Aturan dasarnya: Sci-Fi menjelaskan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin melalui sains/teknologi. Fantasi menjelaskan hal yang tidak mungkin melalui sihir/supranatural.

Q: Genre apa yang paling laku di tahun 2026?

A: Data pasar menunjukkan dominasi genre Romantasy (Romance Fantasy) dan Thriller Psikologis. Pembaca mencari pelarian total (lewat fantasi) atau teka-teki mental yang intens.

Q: Bagaimana cara menentukan genre buku saya sendiri?

A: Lihatlah “Konflik Utama” dan “Resolusi” cerita Anda. Jika konflik utamanya adalah menangkap penjahat, itu Kriminal/Misteri. Jika konflik utamanya adalah apakah dua orang akan bersatu, itu Romansa.

Apakah Anda sedang mencari rekomendasi buku spesifik dari daftar di atas? Atau mungkin Anda seorang penulis yang bingung menempatkan naskah Anda di genre mana? Kami bisa membantu menganalisisnya.

Loading

Share This Article