Membedah 5 Jurang Pemisah antara Penulis Biasa dan Penulis Serius 

8 Min Read
Membedah 5 Jurang Pemisah antara Penulis Biasa dan Penulis Serius  (Ilustrasi)

Artikel ini membedah perbedaan mendasar antara penulis biasa dan penulis serius, bukan sekadar dari segi teknis, tetapi sebagai pilihan identitas dan komitmen filosofis. Perbedaannya bukan pada bakat alami, melainkan pada mentalitas, sistem kerja, dan cara memandang kata-kata itu sendiri. Penulis biasa menulis ketika ingin; penulis serius menulis meski tidak inginPenulis Biasa vs Serius: Panduan Ahli. Melalui panduan ini, Anda akan memahami bagaimana transformasi itu terjadi—dari pola pikir, ritual kreatif, hingga hubungan dengan audiens—dan langkah konkret untuk mengkristalkan komitmen Anda terhadap dunia tulis-menulis.

Lebih dari Sekadar Kata-Kata: Membongkar Dua Paradigma Menulis

Dalam dunia yang dipenuhi konten, label “penulis” bisa berlaku untuk siapa saja yang mengetik status media sosial hingga yang menerbitkan novel. Namun, di balik kesamaan aktivitas tersebut, terdapat jurang pemisah yang dalam: penulis biasa (a casual writer) dan penulis serius (a serious writer). Perbedaannya sering kali tak terlihat di permukaan, tetapi menentukan kualitas, konsistensi, dan dampak dari setiap karya yang dihasilkan.

Memetakan Batas yang Jelas

Penulis Biasa adalah individu yang menggunakan tulisan sebagai alat untuk mengekspresikan diri, berkomunikasi, atau menyelesaikan tugas tertentu secara spontan. Fokusnya seringkali terletak pada aktivitas menulis itu sendiri atau pada tujuan jangka pendek (misalnya, menyelesaikan laporan, menulis blog pribadi sesekali). Komitmennya bersifat fleksibel dan sangat dipengaruhi oleh mood dan kesempatan.

Penulis Serius adalah individu yang mengadopsi identitas sebagai penulis dan memperlakukan disiplin menulis sebagai praktik profesional yang berkelanjutan, terlepas dari bidangnya (sastra, jurnalisme, konten, akademik). Fokusnya adalah pada pengembangan keahlian, kontribusi terhadap suatu kanon atau diskursus, serta penciptaan karya yang bernilai jangka panjang. Komitmennya bersifat struktural dan didorong oleh disiplin.

Pola Pikir: Bercocok Tanam vs. Berburu

Perbedaan paling fundamental terletak pada mentalitas.

Penulis Biasa beroperasi dengan pola pikir “berburu”. Mereka menunggu “inspirasi” datang—momen ketika motivasi tinggi dan kata-kata mengalir lancar. Proses menulisnya reaktif dan bergantung pada faktor eksternal. Ketika inspirasi tidak datang, tidak ada tulisan yang dihasilkan.

Penulis Serius menganut pola pikir “bercocok tanam”. Mereka memahami bahwa inspirasi itu jarang datang kepada yang pasif. Mereka membangun rutinitas, duduk di meja kerja pada waktu yang telah ditetapkan, dan “mengolah lahan” kosong halaman demi halaman, percaya bahwa dalam proses konsisten itulah inspirasi akan muncul. Bagi mereka, menulis adalah pekerjaan, bukan hanya panggilan jiwa.

Ritual dan Disiplin: Seni Menunjukkan Kehadiran

Inilah pembeda paling kasat mata: kedisiplinan yang terstruktur.

  • Penulis Biasa: Menulis ketika ada waktu luang atau dorongan kuat. Tidak memiliki jadwal tetap. Proses edit seringkali minimal atau tidak ada.
  • Penulis Serius: Memiliki ritual menulis yang tidak terganggu. Bisa berupa target kata harian (misalnya, 500 kata per hari), waktu khusus (pukul 05.00-07.00), atau sistem manajemen proyek untuk tulisannya. Mereka memahami pentingnya drafting, editing, dan revising sebagai siklus yang tak terpisahkan. Mereka sering kali menjadi peneliti yang rajin untuk karyanya.

Hubungan dengan Karya: Anak Emas vs. Bahan Mentah

Cara memperlakukan naskah awal (draft) sangat mencerminkan tingkat keseriusan.

  • Penulis Biasa cenderung menganggap draft pertama sebagai sesuatu yang sakral atau justru sepele. Mereka mungkin terlalu cepat puas dan mempublikasikannya, atau sebaliknya, terlalu takut mengkritiknya sehingga naskah tak pernah selesai.
  • Penulis Serius memandang draft pertama sebagai bahan mentah yang kotor dan perlu diolah. Mereka memiliki keberanian untuk “membunuh darlings” — menghapus bagian yang disukai tapi tidak mendukung keseluruhan karya. Proses revisi adalah di mana karya sesungguhnya dibentuk. Mereka mencari umpan balik yang tajam, bukan sekadar pujian.

Penulis Serius adalah “Pemulung Waktu” dan “Pemberontak terhadap Diri Sendiri”

Kebanyakan artikel akan membahas disiplin dan pola pikir. Namun, sudut pandang unik di sini adalah: seorang penulis serius menguasai seni “memulung waktu” dan melakukan “pemberontakan internal”.

  1. Pemulung Waktu: Penulis serius tidak menunggu blok waktu kosong yang besar. Mereka adalah ahli dalam memanfaatkan fragmen waktu—10 menit menunggu janji temu, 20 menit perjalanan kereta—untuk mengamati, mencatat ide, atau merevisi satu paragraf. Mereka membangun karya monumentalnya dari kepingan-kepingan waktu yang diabaikan orang lain.
  2. Pemberontak terhadap Diri Sendiri: Musuh terbesar penulis serius bukanlah penolakan penerbit atau algoritma, melainkan dirinya sendiri yang ragu, malas, dan ingin instan. Keseriusan ditunjukkan melalui pemberontakan sehari-hari terhadap keinginan untuk menunda-nunda, terhadap suara kritik internal yang terlalu keras, dan terhadap godaan untuk berkompromi dengan kualitas. Setiap kali mereka duduk dan menulis meski tidak mood, itu adalah sebuah aksi pemberontakan yang sunyi.

Jalur Transformasi: Dari Biasa Menuju Serius

Jika Anda ingin melakukan transformasi, ikuti kerangka ini:

  1. Deklarasikan Identitas: Mulai katakan pada diri sendiri dan orang lain, “Saya adalah seorang penulis.” Ini bukan soal sombong, tapi komitmen psikologis.
  2. Bangun Mikro-Rutinitas: Jangan langsung target 2 jam sehari. Mulai dengan 15 menit setiap pagi. Yang penting konsisten.
  3. Selesaikan Sesuatu, Apa Pun Itu: Ambil satu ide kecil (cerpen pendek, artikel blog 800 kata) dan selesaikan dari draft awal hingga revisi akhir. Pengalaman menyelesaikan satu karya utuh lebih berharga dari sepuluh draft yang terbengkalai.
  4. Cari Komunitas yang Menantang: Jangan hanya bergabung dengan grup yang penuh pujian. Carilah kelompok atau mentor yang memberi kritik membangun dan tulus.
  5. Pelajari Bisnis Kata-Kata: Pahami sedikit tentang hak cipta, pasar, atau platform yang relevan dengan genre Anda. Penulis serius menghargai nilai karyanya secara utuh.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q: Apakah penulis serius pasti menghasilkan uang dari tulisannya?
A: Tidak selalu. “Serius” merujuk pada pendekatan dan komitmen, bukan status komersial. Banyak penulis serius yang masih berjuang secara finansial, tetapi mereka memperlakukan karyanya dengan profesionalisme layaknya pekerjaan. Penghasilan seringkali menjadi konsekuensi, bukan syarat, dari keseriusan tersebut.

Q: Saya punya pekerjaan tetap. Bisikah saya menjadi penulis serius?
A: Sangat bisa. Justru banyak penulis besar dalam sejarah yang memiliki “day job”. Kuncinya adalah mengelola energi dan waktu dengan ketat, serta memprioritaskan menulis sebagai bagian non-negosiasi dari hidup Anda, meski hanya 30 menit sehari.

Q: Bagaimana cara mengatasi writer’s block yang parah?
A: Penulis serius memandang writer’s block bukan sebagai halangan mistis, tapi sebagai gejala. Mungkin karena riset kurang, kelelahan, atau ketakutan akan ketidaksempurnaan. Solusinya adalah tindakan: menulis apapun yang ada di kepala (bahkan “Saya bingung mau nulis apa”), beralih ke bagian lain dari naskah, atau melakukan riset lebih dalam. Konsistensi mengalahkan kebuntuan.

Q: Apakah menulis di media sosial membuat saya menjadi penulis biasa?
A: Tidak. Platform bukanlah penentu. Yang penting adalah pendekatan Anda. Jika Anda menulis thread Twitter dengan riset, struktur naratif yang jelas, dan revisi, itu adalah praktik keseriusan. Sebaliknya, menulis novel asal-asalan tanpa revisi tetaplah aktivitas kasual.

Q: Kapan seseorang bisa menyebut dirinya sebagai “penulis serius”?
A: Titik itu bersifat personal, tetapi umumnya ketika Anda telah menginternalisasi disiplin itu sendiri—ketika Anda menulis bukan lagi karena ingin, tetapi karena itu adalah bagian dari siapa diri Anda dan apa yang Anda lakukan untuk menghormati potensi diri dan pembaca Anda. Itulah saat transformasi menjadi lengkap.

Loading

Share This Article