Di tengah ketidakpastian global dan perubahan iklim yang kian nyata, preferensi pembaca dunia mengalami pergeseran seismik. Artikel ini membedah fenomena kenaikan Cozy Mystery sebagai mekanisme pelarian psikologis (escapism) dan Climate Fiction (Cli-Fi) sebagai medium katarsis serta simulasi masa depan. Kami mengeksplorasi mengapa “kenyamanan” dan “realitas pahit” justru menjadi dua sisi mata uang yang sama dalam tren literasi 2026 dan seterusnya.
Memahami Lanskap Literasi Baru
Industri buku tidak pernah sekadar tentang tinta dan kertas; ia adalah cermin dari kondisi mental kolektif manusia. Saat ini, kita melihat dua kutub genre yang tampak berlawanan namun sebenarnya saling melengkapi kebutuhan emosional pembaca modern.
1. Cozy Mystery: Pelukan Hangat dalam Bentuk Prosa
Secara teknis, Cozy Mystery adalah subgenre fiksi kriminal di mana kekerasan dan seksualitas tidak ditampilkan secara eksplisit (off-screen), biasanya berlatar di komunitas kecil yang akrab dengan detektif amatir sebagai protagonisnya.
Definisi Kutipan: “Cozy Mystery adalah genre ‘kenyamanan terkendali’, di mana keadilan selalu ditegakkan dan ketertiban sosial dipulihkan dalam suasana yang akrab dan minim trauma visual.”
Mengapa Naik Daun?
Dunia terasa semakin bising dan kacau. Pembaca beralih ke cozy mystery bukan untuk memecahkan teka-teki rumit, melainkan untuk merasakan prediktabilitas. Di genre ini, penjahat selalu tertangkap, dan konflik diselesaikan sambil minum teh di toko buku kecil. Ini adalah penawar bagi kecemasan eksistensial akibat algoritma media sosial yang agresif.
2. Climate Fiction (Cli-Fi): Bukan Sekadar Distopia
Climate Fiction atau Cli-Fi adalah genre sastra yang secara spesifik mengangkat perubahan iklim dan pemanasan global sebagai elemen naratif utama, baik dalam latar masa kini maupun masa depan.
Definisi Kutipan: “Cli-Fi bertindak sebagai laboratorium simulasi bagi kemanusiaan, mengeksplorasi konsekuensi ekologis melalui lensa personal dan emosional, bukan sekadar data statistik.”
Mengapa Naik Daun?
Berbeda dengan fiksi ilmiah tradisional yang sering kali terasa “jauh”, Cli-Fi terasa sangat dekat. Pembaca generasi Z dan Milenial menggunakan genre ini untuk memproses eco-anxiety (kecemasan lingkungan). Ini bukan lagi tentang invasi alien, melainkan tentang bagaimana manusia bertahan hidup saat permukaan air laut naik atau musim tanam menghilang.
Insight Eksklusif: “The Radical Empathy” & “Micro-Community”
Banyak artikel membahas tren ini hanya dari sisi statistik penjualan. Namun, ada satu faktor psikologis yang sering terlewatkan: Keinginan akan Komunitas Skala Kecil.
- Dalam Cozy Mystery: Ada kerinduan mendalam akan kehidupan desa di mana semua orang saling mengenal—sebuah antitesis dari isolasi digital di kota besar.
- Dalam Cli-Fi: Fokusnya mulai bergeser dari “kehancuran total” menjadi “ketahanan komunitas”. Tren terbaru menunjukkan pembaca lebih menyukai cerita tentang bagaimana sekelompok orang bekerja sama memperbaiki ekosistem (dikenal juga dengan Solarpunk) daripada sekadar cerita kiamat yang suram.
Mengapa Keduanya Menjadi “Pasangan Serasi” di Masa Depan?
Mungkin terdengar aneh menyandingkan pembunuhan ringan di toko roti dengan bencana kekeringan global. Namun, keduanya menawarkan agensi.
Dalam Cozy Mystery, individu memiliki kekuatan untuk memperbaiki komunitasnya yang rusak akibat kejahatan. Dalam Cli-Fi, karakter memiliki agensi untuk beradaptasi dengan planet yang berubah. Keduanya memberikan perasaan bahwa tindakan individu masih berarti, sesuatu yang sangat dibutuhkan di era birokrasi raksasa dan AI yang mendominasi.
FAQ: Pertanyaan Paling Sering Dicari
1. Apakah Cozy Mystery hanya untuk pembaca wanita dewasa?
Tidak lagi. Tren menunjukkan jangkauan audiens yang meluas ke pembaca muda (Gen Z) melalui komunitas BookTok, yang menghargai aspek estetika (aesthetic) dan ketenangan dalam narasi tersebut.
2. Apa perbedaan utama antara Sci-Fi dan Cli-Fi?
Fiksi Ilmiah (Sci-Fi) fokus pada teknologi dan sains futuristik secara luas. Cli-Fi secara spesifik berpusat pada perubahan iklim sebagai penggerak plot utama, seringkali dengan dasar ilmu bumi yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.
3. Apakah Cli-Fi selalu berakhir menyedihkan?
Sama sekali tidak. Munculnya sub-elemen seperti Hopepunk di dalam Cli-Fi justru menekankan pada harapan dan perjuangan untuk membangun kembali dunia yang lebih hijau, bukan sekadar meratapi kehancuran.
![]()
