Dalam dunia akademis Indonesia, istilah SINTA dan Scopus seringkali menjadi “momok” sekaligus pencapaian tertinggi bagi seorang dosen atau peneliti. Namun, di tengah hiruk-pikuk mengejar publikasi jurnal, posisi Buku (Monograf atau Buku Ajar) sering kali dipandang sebelah mata, padahal memiliki bobot KUM yang signifikan.
Artikel ini akan mengupas tuntas hubungan simbiosis antara SINTA, Scopus, dan peran krusial penerbit buku dalam mendukung karier akademik Anda.
1. Memahami SINTA: Etalase Reputasi Akademisi Indonesia
SINTA (Science and Technology Index) adalah portal yang dikelola oleh Kemendikbudristek untuk mengukur kinerja ilmuwan dan lembaga penelitian di Indonesia. SINTA tidak berdiri sendiri; ia adalah sebuah agregator.
- Fungsi Utama: Menarik data dari Google Scholar, Scopus, Web of Science (WoS), dan Garuda untuk memberikan skor pada individu dan institusi.
- Peringkat S1 hingga S6: Jurnal nasional yang terakreditasi di SINTA dikategorikan berdasarkan kualitas, di mana S1 adalah yang tertinggi (setara dengan jurnal internasional bereputasi).
Mengapa SINTA Penting?
Skor SINTA menjadi parameter utama dalam penentuan kuota hibah penelitian, akreditasi kampus, hingga pemberian insentif publikasi. Tanpa data yang terintegrasi di SINTA, seorang akademisi dianggap “tidak terlihat” secara administratif di Indonesia.
2. Scopus: Standar Emas Publikasi Global
Jika SINTA adalah parameter lokal, maka Scopus adalah parameter global. Dimiliki oleh Elsevier, Scopus adalah database sitasi dan abstrak terbesar di dunia.
Mengapa Scopus Begitu Berpengaruh?
- Peer-Review Ketat: Jurnal yang terindeks Scopus harus melewati proses kurasi yang sangat selektif.
- Metrik Impact: Menggunakan SJR (SCImago Journal Rank) dan CiteScore untuk menentukan kuartil jurnal (Q1, Q2, Q3, Q4).
- Syarat Guru Besar: Di Indonesia, publikasi di jurnal internasional bereputasi (Scopus/WoS) merupakan syarat mutlak untuk kenaikan jabatan fungsional ke Lektor Kepala dan Guru Besar.
3. Buku: Kekuatan Tersembunyi dalam Angka Kredit (KUM)
Banyak dosen terlalu fokus pada jurnal sehingga melupakan bahwa Buku adalah instrumen publikasi yang memiliki nilai KUM (Kredit Utama) yang sangat besar. Berdasarkan Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit (PO PAK), sebuah buku yang diterbitkan secara profesional dapat bernilai:
- Buku Referensi: Maksimal 40 KUM.
- Buku Ajar: Maksimal 20 KUM.
- Monograf: Maksimal 20 KUM.
Bandingkan dengan jurnal internasional bereputasi yang rata-rata bernilai 40 KUM namun memiliki tingkat penolakan (rejection rate) hingga 90%. Menulis buku adalah strategi diversifikasi portofolio akademik yang sangat cerdas.
4. Hubungan SINTA, Scopus, dan Penerbit Buku
Bagaimana ketiga elemen ini saling bertautan? Jawabannya terletak pada Penerbit Buku yang Terakreditasi dan Profesional.
A. Konversi Hasil Penelitian Menjadi Buku
Hasil penelitian yang sudah dipublikasikan di Scopus atau jurnal SINTA dapat dikembangkan lebih mendalam menjadi sebuah Buku Monograf. Penerbit berperan memastikan bahwa buku tersebut memenuhi standar legalitas (ISBN) agar dapat diinput ke dalam sistem SINTA.
B. Validasi Melalui ISBN dan IKAPI
Agar sebuah buku diakui dalam penilaian angka kredit dan terbaca oleh sistem SINTA, buku tersebut harus memiliki:
- ISBN (International Standard Book Number): Identitas unik buku.
- Penerbit Anggota IKAPI: Menjamin bahwa penerbit tersebut resmi dan diakui oleh negara.
C. Meningkatkan Sitasi (H-Index)
Buku sering kali menjadi rujukan dasar bagi peneliti lain. Ketika buku Anda disitasi dalam artikel jurnal yang masuk ke Scopus, maka H-Index Anda di Scopus dan SINTA akan naik. Inilah hubungan circular yang menguntungkan.
5. Peran Vital Penerbit Buku dalam Ekosistem Akademik
Banyak akademisi terjebak pada “Penerbit Predator” atau penerbit abal-abal yang hanya sekadar mencetak tanpa proses penyuntingan yang baik. Penerbit buku yang berkualitas melakukan lebih dari sekadar mencetak:
1. Proses Editorial dan Peer-Review
Penerbit berkualitas menyediakan editor yang memastikan tata bahasa, logika alur, dan format referensi (APA, IEEE, dll) sudah sesuai. Untuk buku referensi, proses review oleh pakar di bidangnya sangat diperlukan untuk menjaga kualitas konten.
2. Legalitas ISBN dan Pendaftaran ke Perpusnas
Penerbit resmi mengurus pendaftaran ISBN ke Perpustakaan Nasional. Tanpa ISBN, buku Anda tidak lebih dari sekadar tumpukan kertas di mata tim penilai angka kredit.
3. Integrasi ke Google Scholar dan SINTA
Penerbit yang paham teknologi akan membantu mengindeks buku Anda agar muncul di Google Scholar. Setelah muncul di Google Scholar, Anda dapat melakukan claim di profil SINTA Anda. Inilah cara manual untuk meningkatkan skor SINTA melalui jalur buku.
6. Strategi Mengintegrasikan Publikasi Jurnal dan Buku
Bagaimana cara memaksimalkan ketiganya secara bersamaan? Berikut adalah alur kerja (workflow) yang disarankan:
| Tahapan | Output Publikasi | Target Indeks |
| Penelitian Dasar | Artikel Jurnal (Preliminary) | SINTA 3 – 4 |
| Penelitian Lanjutan | Artikel Jurnal Internasional | Scopus Q2/Q3 |
| Sintesis Hasil Penelitian | Buku Monograf | ISBN & SINTA |
| Implementasi di Kelas | Buku Ajar | ISBN |
Data Pendukung: Menurut data statistik pendidikan tinggi, dosen yang memiliki kombinasi publikasi jurnal internasional dan buku referensi memiliki peluang 70% lebih cepat dalam meraih gelar Profesor dibandingkan dosen yang hanya fokus pada salah satu instrumen saja.
7. Tantangan: Menghindari Publikasi Tidak Etis
Dalam mengejar SINTA dan Scopus, jangan sampai terjebak pada:
- Jurnal Predator: Membayar mahal untuk publikasi tanpa proses review.
- Plagiarisme Diri Sendiri (Self-Plagiarism): Mengambil konten bulat-bulat dari jurnal Anda sendiri untuk dijadikan buku tanpa melakukan pengembangan atau sitasi yang benar.
- Penerbit “Bayar Langsung Terbit”: Hindari penerbit yang tidak memberikan jasa penyuntingan, karena ini akan menurunkan reputasi Anda di mata tim penilai PAK.
8. Kesimpulan: Membangun Legasi Akademik
SINTA dan Scopus adalah alat ukur, namun Buku adalah bukti kedalaman pemikiran seorang intelektual. Hubungan ketiganya dengan penerbit buku adalah jalur distribusi pengetahuan yang sah dan prestisius.
Memilih penerbit yang tepat bukan sekadar urusan mencetak, melainkan investasi pada reputasi akademik jangka panjang. Dengan mengombinasikan ketajaman artikel Scopus, keterbacaan di SINTA, dan kedalaman Buku Referensi, Anda sedang membangun fondasi kuat untuk karier akademik yang cemerlang.
Mengapa Anda Harus Memilih Penerbit yang Tepat Sekarang?
Perubahan regulasi di Kemendikbudristek melalui skema Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi menuntut dosen untuk lebih selektif. Publikasi yang berkualitas akan bertahan lama dan terus memberikan kontribusi poin (KUM) serta koin (royalti) bagi penulisnya.
Apakah Anda memiliki naskah hasil penelitian yang mengendap di hard drive? Ubah penelitian tersebut menjadi buku referensi yang diakui SINTA. Saya dapat membantu Anda menyusun draf outline buku yang sesuai dengan standar akademik agar naskah Anda siap dikirim ke penerbit.
![]()
