JEJAK AKHIR ZAMAN : Al-Mubasyirat, Pemurnian Tauhid, dan Sang Pemimpin yang Dinantikan

Penerbit KBM

JEJAK AKHIR ZAMAN : Al-Mubasyirat, Pemurnian Tauhid, dan Sang Pemimpin yang Dinantikan

Rp 0

NAMA PENULIS : Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., MARS.
ISBN : Proses
JUMLAH HALAMAN : 221 Halaman
UKURAN : 15,5 x 23 CM
Sinopsis : Jejak Akhir Zaman: Al-Mubasyirat, Pemurnian Tauhid, dan Sang Pemimpin yang Dinantikan merupakan sebuah perjalanan reflektif untuk memahami kehidupan manusia di tengah perubahan zaman, fenomena Al-Mubasyirat, mimpi, fitnah akhir zaman, kepemimpinan, kebangkitan umat, dan masa depan peradaban.
Buku ini berangkat dari sebuah pertanyaan sederhana tetapi mendalam: ketika manusia berhadapan dengan berbagai tanda, mimpi, nubuwat, dan ketidakpastian masa depan, kepada siapa sebenarnya hati harus bergantung?
Al-Mubasyirat dan fenomena mimpi dalam buku ini ditempatkan secara proporsional. Al-Mubasyirat dipahami sebagai kabar yang menggembirakan, sementara mimpi orang biasa tidak ditempatkan sebagai sumber wahyu atau dasar untuk menetapkan syariat baru. Karena itu, buku ini berusaha membedakan antara Al-Qur'an dan Hadis, fakta sejarah, pengalaman spiritual pribadi, penafsiran, serta berbagai klaim yang belum dapat diverifikasi. Sikap tabayyun, kehati-hatian, dan kerendahan hati menjadi bagian penting dalam membaca tanda-tanda zaman.
Dalam konteks tersebut, Indonesia memperoleh perhatian khusus. Indonesia tidak hanya dilihat sebagai tempat yang menunggu datangnya perubahan, tetapi sebagai bangsa yang memiliki potensi untuk membangun peradaban melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, ekonomi, teknologi, ketahanan pangan, kepemimpinan yang amanah, dan penguatan akhlak. Islam Nusantara juga ditempatkan sebagai salah satu ruang refleksi mengenai bagaimana nilai-nilai Islam dapat hadir sebagai rahmat, kedamaian, dan kekuatan peradaban tanpa kehilangan prinsip tauhid.
Puncak gagasan buku ini adalah sebuah ungkapan sederhana: “Bagaimana Allah SWT saja.” Ungkapan ini bukan berarti manusia berhenti merencanakan, berhenti bekerja, atau berhenti berusaha. Sebaliknya, manusia justru dituntut menggunakan seluruh potensi, ilmu, kekuatan, kesempatan, dan sumber daya yang telah Allah SWT anugerahkan. Ikhtiar dipandang sebagai salah satu bentuk syukur atas nikmat dan potensi yang diberikan Allah SWT, sedangkan tawakal merupakan sikap menyerahkan hasil akhir kepada-Nya.
Pertanyaan terakhir yang ditinggalkan buku ini bukanlah kapan akhir zaman terjadi atau siapa tokoh yang akan muncul, melainkan apa yang akan kita tinggalkan untuk generasi setelah kita. Apakah kita akan mewariskan ketakutan, konflik, dan ketergantungan, ataukah kita akan mewariskan tauhid, ilmu, akhlak, keluarga yang kuat, ekonomi yang mandiri, teknologi yang beretika, dan peradaban yang memberikan manfaat?
Pada akhirnya, perjalanan ini kembali kepada hakikat kehidupan manusia:
Kita datang dari Allah SWT.
Kita hidup dengan amanah Allah SWT.
Kita berikhtiar karena Allah SWT.
Kita bertawakal kepada Allah SWT.
Kita bersyukur kepada Allah SWT.
Kita memberikan manfaat karena Allah SWT.
Dan pada akhirnya, kita kembali kepada Allah SWT.

Bagaimana Allah SWT saja.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Ready Stock (1 unit)

Ulasan Pembeli (0)

0.0

Belum ada ulasan untuk produk ini. Jadilah yang pertama memberikan ulasan!

Tulis Ulasan

Bagikan pengalaman Anda tentang produk ini untuk membantu pembeli lain.

Harga
Rp 0
Tanya WhatsApp