KUPU-KUPU TAK BERSAYAP

Penerbit KBM

KUPU-KUPU TAK BERSAYAP

Rp 0

NAMA PENULIS : Taftilla
ISBN : Proses
JUMLAH HALAMAN : 125 Halaman
UKURAN : 15,5 x 23 CM
Sinopsis : Rosa pernah percaya bahwa cinta adalah jawaban bagi kesepian. Lima belas tahun lalu, ketika pertama kali bertemu Boby di sebuah kantor, Rosa hanyalah seorang perempuan muda yang tumbuh dari keluarga yang berantakan dan kehilangan sosok-sosok yang dicintainya. Boby datang sebagai seorang atasan yang perhatian—seseorang yang mampu membuat Rosa merasa didengar, dimengerti, dan tidak sendirian.
Namun ada satu kenyataan yang tidak pernah boleh dilupakan: Boby adalah suami Nurul, seorang perempuan yang telah membangun rumah tangga bersamanya dan membesarkan tiga anak—Gema, Gio, dan Gea.
Perasaan yang awalnya hanya berupa perhatian kecil perlahan berubah menjadi kedekatan. Pesan-pesan rahasia, percakapan panjang, perjalanan dinas, dan rasa nyaman yang semakin dalam membuat Rosa dan Boby melewati batas yang seharusnya tidak pernah mereka sentuh. Mereka tahu cinta itu salah, tetapi mengetahui kesalahan tidak selalu membuat seseorang mampu berhenti.
Di sisi lain, Nurul tidak pernah menyangka bahwa rumah yang selama ini ia jaga perlahan mulai retak. Ia masih percaya kepada suaminya, sementara anak-anaknya masih menunggu sosok ayah yang mereka cintai. Ketika kebenaran akhirnya terbuka, tidak ada seorang pun yang benar-benar menang. Yang tersisa hanyalah hati yang terluka, keluarga yang tercerai, dan anak-anak yang harus belajar memahami kesalahan orang dewasa.
Waktu kemudian berjalan. Rosa dan Boby mencoba membangun kehidupan baru. Namun kehidupan baru tidak serta-merta menghapus dosa lama. Bayang-bayang Nurul dan anak-anak Boby tetap mengikuti mereka. Terlebih ketika Rosa mulai menyadari bahwa mendapatkan seseorang tidak selalu berarti mendapatkan ketenangan.
Sementara itu, Nurul perlahan belajar berdiri kembali. Dengan hadirnya Syahrul, ia menemukan bahwa kehidupan masih dapat memberikan cinta setelah seseorang kehilangan rumah tangganya. Gema, Gio, dan Gea pun harus menghadapi kenyataan bahwa memaafkan ayah mereka tidak berarti melupakan luka yang pernah ditinggalkan.
Bertahun-tahun kemudian, kehidupan Rosa dan Boby tampak menemukan kedamaian. Mereka memiliki Rafa, seorang anak yang menjadi simbol kesempatan kedua bagi keduanya. Untuk pertama kalinya, Rosa merasa hidupnya benar-benar memiliki arah. Ia tidak lagi sekadar berusaha melupakan masa lalu, tetapi mulai berani menciptakan masa depan.
Namun takdir ternyata belum selesai. Dalam sebuah perjalanan ke Maldives, tempat yang bagi Rosa menyimpan banyak kenangan, keluarga kecil itu akhirnya merasakan kebahagiaan yang sederhana. Laut biru, matahari terbenam, tawa Rafa, dan kebersamaan yang selama ini mereka perjuangkan membuat Rosa percaya bahwa mungkin hidup akhirnya memberi mereka kesempatan untuk menebus masa lalu.
Di sana, Rosa kembali melihat seekor kupu-kupu yang terbang bebas. Ia memandangnya dan berpikir:
Betapa indahnya sesuatu yang bebas terbang.
Tetapi kebebasan itu ternyata hanya sementara. Dalam perjalanan pulang, pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Dalam hitungan detik, kebahagiaan yang baru saja mereka genggam berubah menjadi kepanikan dan kehilangan. Rosa terbangun tiga belas hari kemudian di rumah sakit, tetapi orang yang paling ingin ditemuinya tidak lagi berada di sana.
Kehilangan itu kembali merenggut sebagian dirinya. Rosa harus menjalani hidup dengan luka yang jauh lebih dalam daripada sebelumnya. Ia harus menerima bahwa tidak semua orang yang kita cintai akan tinggal sampai akhir perjalanan. Tidak semua kesalahan dapat diperbaiki. Dan tidak semua kehilangan dapat dikembalikan.
Namun kehidupan terus berjalan. Pada akhirnya, Rosa memahami bahwa manusia tidak selalu harus memiliki sayap untuk tetap melanjutkan perjalanan. Ada kalanya seseorang harus belajar berjalan setelah kehilangan kemampuan untuk terbang.
Ia adalah kupu-kupu yang pernah memiliki sayap.
Sayap yang membawanya menuju cinta.
Sayap yang membawanya menuju kesalahan.
Sayap yang membawanya menuju kebahagiaan.
Dan akhirnya, sayap yang patah oleh takdir.
Tetapi kupu-kupu yang kehilangan sayap tidak berarti kehilangan kehidupan.
Karena terkadang, kekuatan terbesar manusia bukan terletak pada kemampuannya untuk terbang, melainkan pada keberaniannya untuk tetap hidup ketika semua yang pernah menjadi tempat bergantungnya telah pergi.
Kupu-Kupu Tak Bersayap adalah kisah tentang cinta yang salah, pengkhianatan, rasa bersalah, kehilangan, pengampunan, dan kesempatan kedua. Sebuah perjalanan tentang manusia-manusia yang tidak sempurna, yang pernah membuat kesalahan, kemudian harus belajar menanggung akibatnya.
Sebab pada akhirnya, pengampunan bukan berarti melupakan masa lalu. Pengampunan adalah keberanian untuk melepaskan beban yang selama ini membuat hati tidak mampu pulang.

Ready Stock (1 unit)

Ulasan Pembeli (0)

0.0

Belum ada ulasan untuk produk ini. Jadilah yang pertama memberikan ulasan!

Tulis Ulasan

Bagikan pengalaman Anda tentang produk ini untuk membantu pembeli lain.

Harga
Rp 0
Tanya WhatsApp