SENANDIKA

Penerbit KBM

SENANDIKA

Rp 0

NAMA PENULIS : CARLOS DJAMAN
ISBN : Proses
JUMLAH HALAMAN : 133 halaman
UKURAN : 14,8 x 21 CM
Sinopsis :Senandika adalah sebuah antologi puisi yang lahir dari prahara yang berkecamuk. Kata senandika sendiri adalah monolog batin: sebuah percakapan penyair dengan dirinya sendiri. Malam yang sunyi, bilik kos yang sepi, serambi yang tak tentram, dan secangkir kopi yang perlahan menjadi dingin adalah ruang terbuka, tempat kata-kata yang liar dijinakan menjadi puisi.
Buku ini adalah persembahan hati yang memiliki bentuk. Dan ingatan akan mereka semua adalah jawabannya bahwa sederet kata liar yang dijinakkan mengalir menjadi satu, senandika. Dalam pro logos, puisi-puisi ini bergerak dari hal yang sederhana, seperti Asbak Milik Bapak, Woang Kota Dingin, Bibir yang Mengigit atau Di Emperan Toko Simpang Llima, menuju pertanyaan yang paling besar tentang cinta, keraguan, kehilangan, dan Tuhan.
Tiga arus utama mengalir di dalamnya. Pertama, cinta yang tidak sempat selesai dan kenangan akan orang-orang yang pergi. Suara kekasih, anak, dan orang yang ditinggalkan muncul silih berganti dalam puisi seperti Tentang Rambutmu, Hidangan Terakhir, dan Tempo Hari Itu. Kedua, pergulatan iman. Tuhan hadir sebagai misteri yang diajak untuk mengupas tanya, bukan sebagai jawaban yang sudah jadi, seperti dalam Petak-Umpet Abadi dan Mencuri Tuhan, sementara Kaum Farisi menyentil kemunafikan religius. Ketiga, kesadaran bahwa waktu terus berjalan sementara sebagian diri masih tertinggal di masa lalu, seperti dalam Musafir, Uzur dan Di Bangku Itu.
Bahasanya cair tetapi tajam, memungut peristiwa sehari-hari dan mengolahnya menjadi citraan yang segar. Nada puisinya berayun antara bunyi dan sunyi, antara ketatnya logika dan lenturnya tutur, serta antara iman dan keraguan.
Antologi ditutup dengan Dobrakan yang Tak Selesai, yang membaca kumpulan sebagai upaya untuk memahami diri, dunia, dan Tuhan yang tidak akan pernah tuntas. Ia berakhir dengan pertanyaan, bukan kesimpulan. Senandika mengajak pembaca bukan untuk sekadar memahami, melainkan ikut bertanya dan menafsir, “apakah itu bibirmu? Sebab dia juga menggigitku sampai luka”.

Ready Stock (1 unit)

Ulasan Pembeli (0)

0.0

Belum ada ulasan untuk produk ini. Jadilah yang pertama memberikan ulasan!

Tulis Ulasan

Bagikan pengalaman Anda tentang produk ini untuk membantu pembeli lain.

Harga
Rp 0
Tanya WhatsApp