Buku 60 Tema Kultum Ramadhan Kontemporer ini disusun berangkat dari kesadaran bahwa dakwah Ramadhan hari ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Umat hidup dalam arus digital yang cepat, polarisasi sosial yang tajam, tekanan ekonomi, serta perubahan budaya yang kerap menggeser orientasi nilai. Dalam konteks inilah kultum tidak lagi cukup berhenti pada pengulangan tema-tema ritual semata, tetapi perlu menyentuh dimensi pembentukan karakter, etika publik, literasi digital, ketahanan keluarga, dan keadilan sosial sebagai manifestasi konkret dari nilai takwa.
Tema-tema yang disajikan dalam buku ini dirancang dengan pendekatan integratif, menghubungkan ajaran normatif Islam dengan realitas empiris kehidupan umat. Spiritualitas personal dipertautkan dengan akhlak sosial, ibadah ritual diproyeksikan menjadi energi transformasi, dan kesalehan individu diarahkan menuju tanggung jawab kolektif. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya dipahami sebagai momentum pengendalian diri, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran sosial dan peradaban akhlak.
Secara metodologis, penyusunan tema mempertimbangkan prinsip relevansi, kontekstualitas, dan aplikabilitas. Relevansi menjaga agar pesan dakwah tetap berpijak pada maqaşid al-shari’ah; kontekstualitas memastikan bahwa isu-isu aktual mendapat porsi refleksi keagamaan yang proporsional; sementara aplikabilitas mendorong agar pesan kultum tidak berhenti pada wacana, tetapi berlanjut pada perubahan sikap dan perilaku. Karena itu, bahasa yang digunakan diupayakan komunikatif, argumentatif, dan tetap berpijak pada kerangka nilai keislaman yang kokoh. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi para khatib, dai, guru, pengelola masjid, mahasiswa, serta siapa pun yang ingin meng-hidupkan suasana Ramadhan dengan pesan-pesan yang meneduhkan, mencerahkan, dan memberdayakan. Lebih dari itu, semoga buku ini turut berkontribusi dalam menghadirkan dakwah yang menumbuhkan optimisme, memperkuat solidaritas, serta meneguhkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.