Kayu Bolong Semangki menjadi pusat perhatian dalam buku ini. Penulis mengungkapkan simbolisme yang dalam terkait dengan pohon tersebut, mengaitkannya dengan feminitas dan kekuatan wanita. Lebih dari sekadar tanaman, Kayu Bolong Semangki dianggap sebagai afrodisiak alami oleh masyarakat setempat, sebuah tanaman yang diyakini memiliki kekuatan untuk merangsang gairah dan vitalitas seksual. Lunasia Amara diyakini memiliki sifat afrodisiak yang kuat dan telah digunakan oleh wanita Suku Bugis selama berabad-abad untuk meningkatkan keintiman dan kebahagiaan dalam hubungan mereka.