Nama Penulis : Moch. Imron Rosyidi
Judul Buku : Habitus Di Ladang Garam
Penerbit : Penerbit KBM indonesia
Dari bilik-bilik ladang buku ini berusaha memberikan gambaran potret keadaan para kelompok mantongan dalam perspektif Praktik Sosial Pierre Bourdieu tentang habitus dan arena produksi kultural, serta komunikasi kelompok dari Jhon Oetzel. Hasilnya adalah dalam arena produksi garam masih menunjukkan tendensi kuasa simbolik. Para juragan bertindak demikian karena mereka ditekan oleh kepentingan pasar dan terjepit antara kepentingan tannggung jawab atas mantongan atau bertahan di pasar. Jika ditilik dari poin SDGs ke delapan, belum terlihat ekonomi yang merata sehingga usaha ini sangat terancam. Habitus dalam produksi garam rakyat masih banyak terbentuk oleh doksa berupa penegasan kuasa simbolik mantongan tidak mempunyai daya dan sangat membutuhkan uluran bantuan juragan. Konsep Bourdieu tentang relasi heterodoksa biasa terjadi dalam keadaan struktur yang melemah, berkebalikan dengan kondisi sosial masyarakat mantongan. Relasi juragan dan mantongan yang belum berjalan adil, serta masih menunjukkan tendensi kuasa simbolik dari stereotip yang banyak terbentuk. Terjadi perbedaaan komunikasi kelompok dalam sistem paron dan telon. Ruang komunikasi mengalami dominasi besar dalam sistem paron sehingga diharapkan adanya advokasi.