Buku ini hadir mengungkap fenomena pembelajaran taḥfīẓ Al-Qur’ān melalui sistem sanad. Sanad tidak hanya berlaku pada hadīth Rasulullah SAW yang cukup terbilang rumit, namun dalam pembelajaran Al-Qur’an, transmisi pengetahuan hingga mendapatkan sanad menjadi anjuran sebagai bentuk otoritas dan legalitas seseorang. Mahad Imam Al-Bukhariy Wahdah Islamiyah Makassar dan Akādimiyyah Iqra’ Al ‘Ālamiyyah Li Al-Dirāṣāt Al-Qur’āniyyah Arab Saudi memiliki paradigma bahwa fungsi sanad dapat menjaga keilmuan, otoritatif dan legitimasi.
Buku ini menjelaskan bagaimana sistem sanad menjadi salah satu alternatif model pembelajaran behavioristik yang menekankan pada stimulus berupa hafalan materi-materi pembelajaran, respon, dan tingkah laku atau output peserta didik. Dimana buku ini akan memiliki dukungan John O. Voll (2002), bahwa sanad memiliki arti penting bagi para ulama revivalis besar Muhammad Bin Abdul Wahab di Arab sebagai istilah intelektual dalam komunitas ulama kosmopolitan di dunia Islam pada zamannya.