Buku Teknologi Perbenihan Tanaman Kehutanan disusun untuk mendukung proses pembelajaran. Buku ini dirancang sebagai bahan ajar komprehensif yang membahas konsep, prinsip, serta penerapan teknologi perbenihan tanaman kehutanan secara sistematis dan berkelanjutan. Penyusunan buku ini berlandaskan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dengan penerapan metode Case-Based Learning (CBL) dan Project-Based Learning (PjBL), sehingga mampu mengintegrasikan pemahaman teoritis dengan keterampilan praktis mahasiswa.
Pembahasan diawali dengan peran strategis benih dalam pembangunan kehutanan. Benih berperan sebagai elemen kunci dalam regenerasi hutan, baik secara alami maupun melalui kegiatan rehabilitasi dan reforestasi. Buku ini menekankan bahwa kualitas benih (genetik, fisik, maupun fisiologis) menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan hutan yang berkelanjutan. Penggunaan benih lokal yang sesuai dengan kondisi ekologi setempat juga disoroti sebagai upaya menjaga adaptasi tanaman dan kelestarian keanekaragaman hayati.
Buku ini juga mengulas konsep ekologi benih dan tahapan perkembangan benih, mulai dari proses pembuahan, pembentukan embrio, pengisian cadangan makanan, pematangan fisiologis, hingga dormansi dan perkecambahan. Pemahaman terhadap interaksi benih dengan faktor lingkungan biotik dan abiotik menjadi dasar penting dalam pengelolaan benih, khususnya dalam menentukan perlakuan yang tepat untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih. Aspek karakteristik morfologi dan fisiologi benih juga dibahas secara mendalam. Karakteristik morfologi digunakan sebagai dasar identifikasi, sortasi, dan penilaian mutu fisik benih, sedangkan karakteristik fisiologi berkaitan dengan proses metabolisme, dormansi, serta kemampuan benih untuk berkecambah dan tumbuh. Pembahasan ini memberikan landasan ilmiah bagi mahasiswa dalam memahami kualitas benih secara menyeluruh.
Buku ini kemudian menguraikan tahapan teknis dalam pengelolaan benih tanaman kehutanan, meliputi teknik pengumpulan benih, teknik ekstraksi benih, serta teknologi penyimpanan benih. Berbagai metode pengumpulan dan ekstraksi disajikan dengan mempertimbangkan jenis tanaman, karakteristik buah, serta prinsip konservasi sumber daya genetik. Pada bagian penyimpanan, dijelaskan klasifikasi benih ortodoks dan rekalsitran beserta metode penyimpanan yang sesuai untuk menjaga viabilitas benih dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Topik lanjutan mencakup pematahan dormansi, pengujian viabilitas dan daya kecambah, penentuan sumber benih dan seleksi pohon induk, sertifikasi benih, hingga peran bioteknologi dan rekayasa genetik dalam produksi benih. Seluruh materi dilaksanakan secara aplikatif dan dilengkapi dengan latihan soal, studi kasus, serta proyek praktikum yang dilakukan secara berkesinambungan selama satu semester.