Dunia sedang memasuki fase ketidakpastian permanen. Geopolitik yang memanas, krisis energi dan pangan global, disrupsi rantai pasok, volatilitas moneter, hybrid warfare, serta ancaman bencana besar menjadikan masa depan ekonomi tidak lagi dapat dikelola dengan pendekatan biasa. Dalam konteks ini, pertanyaan kunci bagi Indonesia bukan sekadar bagaimana mengejar pertumbuhan, melainkan bagaimana memastikan negara ini tidak runtuh ketika krisis datang secara bersamaan.
Buku ini menyajikan Roadmap Ketahanan Ekonomi Indonesia 2026–2045, sebuah desain strategis jangka panjang untuk membangun ekonomi nasional yang tahan guncangan, mandiri secara nilai, dan berkelanjutan. Roadmap ini disusun berdasarkan pembacaan jujur atas risiko global dan kerentanan struktural ekonomi Indonesia, sekaligus menawarkan solusi konkret yang dapat diimplementasikan lintas pemerintahan hingga Indonesia Emas 2045.
Berangkat dari analisis ancaman global—mulai dari geopolitik energi, tekanan moneter internasional, hingga potensi bencana megathrust—buku ini menegaskan bahwa ketahanan nasional harus dibangun dari fondasi ekonomi yang kokoh, bukan dari respons darurat semata. Oleh karena itu, roadmap ini menempatkan ketahanan sebagai pilar utama, mendahului ambisi pertumbuhan jangka pendek.
Secara konseptual dan operasional, buku ini menawarkan lima terobosan strategis nasional. Pertama, reformasi struktur fiskal melalui penguatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) agar APBN tidak lagi rapuh ketika basis pajak melemah. Kedua, desain transisi moneter menuju rupiah dengan dukungan nilai emas (Gold Value Support System) sebagai jangkar stabilitas nilai tukar dan pelindung dari gejolak global. Ketiga, pembangunan green economy sebagai mesin pertumbuhan baru yang sekaligus menjadi sumber PNBP dan devisa berkelanjutan. Keempat, penguatan ekonomi rakyat melalui Snowball Business Model, yang menjadikan koperasi dan desa sebagai pusat produksi, distribusi, dan ketahanan nasional. Kelima, integrasi kebijakan fiskal–moneter–sektor riil melalui revisi kelembagaan dan sinkronisasi nasional agar kebijakan berjalan dalam satu arah.
Buku ini juga menegaskan bahwa desa dan ekonomi rakyat adalah benteng terakhir negara dalam menghadapi krisis. Melalui desain koperasi modern, hilirisasi desa, tabungan emas mikro, dan pasar internal yang kuat, roadmap ini menunjukkan bagaimana ekonomi rakyat dapat menjadi pengganda nilai nasional, bukan sekadar objek bantuan. Buku ini ditujukan bagi para pengambil kebijakan, pemimpin nasional dan daerah, akademisi, pelaku usaha, serta seluruh elemen bangsa yang meyakini bahwa masa depan Indonesia tidak boleh diserahkan pada kebetulan, melainkan harus disiapkan dengan keberanian, visi, dan desain besar yang terukur.