Buku Eksistensi Ekonomi Syari’ah di Negeri Rempah mendokumentasikan perjalanan, dinamika, dan pelembagaan ekonomi serta keuangan syariah di Maluku Utara dalam konteks historis dan kontemporer. Berangkat dari warisan peradaban Islam dunia dan peran strategis Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo sejak abad ke-16, buku ini menunjukkan bahwa praktik muamalah dan nilai keadilan ekonomi telah lama berakar di wilayah rempah tersebut. Fokus utama buku bukan pada ekonomi syariah masa klasik, melainkan pada perkembangan modern sejak 2005 hingga 2025, dengan menyoroti kontribusi institusi pendidikan, khususnya IAIN Ternate, organisasi seperti MES dan IAEI, serta lembaga keuangan syariah bank dan nonbank. Disusun dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis data primer dan sekunder, buku ini membahas perbankan syariah, zakat, wakaf, industri halal, hingga tantangan ekonomi digital. Karya ini diharapkan menjadi rujukan akademik dan kebijakan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Maluku Utara.
Peran strategis IAIN Ternate menempati posisi sentral dalam narasi buku ini. Sejak tahun 2001, ketika ekonomi syariah masih dipandang sebagai disiplin ilmu yang belum jelas prospeknya oleh sebagian masyarakat, para akademisi IAIN Ternate telah memiliki visi jauh ke depan bahwa masa depan Islam dan umat sangat ditentukan oleh kontribusi ekonomi syariah. Komitmen IAIN Ternate ditunjukkan pula melalui pengembangan kelembagaan akademik yang progresif. Setelah membuka program sarjana Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, Manajemen Keuangan Syariah, Akuntansi Syariah, dan Hukum Ekonomi Syariah, kampus ini mendirikan Program Magister Hukum Ekonomi Syariah pada tahun 2015 dan tengah mempersiapkan pembukaan Program Doktor (S3) Islamic Studies dengan konsentrasi Islamic Economic. Langkah ini menunjukkan keseriusan dan responsivitas terhadap kebutuhan nasional dan global akan ekonom syariah yang kompeten, berintegritas, dan berwawasan internasional.