Kerusakan lingkungan hidup akhir-akhir ini sampai pada titik yang mengkhawatirkan. Kondisi ini berdampak bukan hanya kepada satu kelompok manusia atau satu negara, namun berdampak pada seluruh makhluk hidup. Kerusakan lingkungan hidup disebabkan oleh aktivitas manusia yang menganut pandangan antroposentris sehingga mandorong manusia untuk melakukan eksploitasi terhadap alam. Oleh sebab itu Konsep Agama Hijau (greendeen) hadir untuk menggeser paradigma antroposentris menuju pandangan theosentris, yaitu menawarkan cara pandang agama untuk merawat lingkungan, bahwa beribadah kepada Allah SWT dapat dibentuk dengan merawat, menjaga, dan mencintai ciptaan Allah SWT baik yang di bumi muapun di langit. Selain itu, Konsep Agama Hijau (greendeen) juga mendorong masyarakat untuk meyelamatkan bumi melalui pola hidup hijau dengan tidak bersikap konsumtif dan mengurangi konsumsi energi yang tidak dapat diperbarui dengan energi yang dapat diperbarui seperti matahari dan angin. Melalui Konsep Agama Hijau penulis yakin jika Islam mampu menjadi pelopor gerakan pembebasan di bidang pelestarian lingkungan yang menyelaraskan antara aspek transenden dan sains.