“Ketika kucoba lagi masuk ke dalam taman yang sama. Ada satu bunga yang sempat ku abaikan; dulu: tiba-tiba Tuan penjaga taman menawarkan bunga yang lain–ku terima walau dalam benak tidak searah.
Kucoba genggam, tanpa syarat. Apalagi tujuan. Tetapi setelah aku berjalan; angin berdesir, gerimis menggerogoti tubuhku. Saat itulah aku tak lagi menyalahi bunga mawar juga Tuan penjaga taman. Apalagi langit yang waktu itu mengirimkan hujan.”
Jatuh boleh tapi jangan lupa bangkit sebelum engkau hanyut terbawa arus. Hidup di dunia memang tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa. Semua tergantung kita, apakah kita pasrah atau bangkit dan berjalan menjemput kebagaiaan?
Puisi-puisi dalam buku ini akan menginspirasi pembaca bagaimana menghadapi kenyataan hidup.