Dalam menulis buku ini Penulis teringat dengan cerita yang disampaikan oleh gurunya ketika kami masih dipesantren, suatu hari Buya Hamka didatangi oleh seorang tamu yang menginformasikan bahwa di Makkah ia menemukan seorang pelacur yang menggunakan jilbab dan cadar, lalu kemudian Buya Hamka menjawab bahwa ketika ia ke Amerika, ia tidak menemukan pelacur, lantas sang tamu tadi kaget dengan jawaban Buya Hamka, karena rasanya mustahil jika di Makkah saja ada pelacur, sedang di Amerika tidak ada. Lalu Buya Hamka menerangkan bahwa seseorang akan mendapatkan sesuai apa yang ia cari, meskipun ke Makkah, jika hati dan niatnya untuk keburukan maka setan akan membimbing kita sampai menemukannya, namun sebaliknya meskipun kita ke Amerika jika niat kita baik maka yang buruk dengan sendirinya akan sembunyi. Kisah diatas menginspirasi penulis untuk mencoba menuliskan kisahnya dalam perjalanan safari dakwah Ramadhan di negeri Kangguru bersama Cops Dai Dompet Dhuafa. Selain itu buku ini juga berangkat dari rasa keingintahuan yang mendalam dari penulis untuk mengetahui bagaimana cahaya Islam berkembang dan bertahan di Australia, sebuah negeri dengan budaya yang sangat berbeda dari dunia Islam pada umumnya. Dalam perjalanan mencari cahaya Islam di negeri Kangguru ini, penulis menemukan kisah-kisah inspiratif dari para Muslim yang berjuang mempertahankan keimanan mereka, menghadapi tantangan sosial, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam di tengah kehidupan yang serba sekuler.