Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pneumonia, tetap menjadi penyakit utama yang menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak-anak. Penyakit pneumonia ialah penyakit endemik yang menyebar hampir di seluruh negara berkembang dan menjadi masalah yang sangat penting. Gejala khas pada penyakit ini mencakup frekuensi pernapasan yang meningkat dan kesulitan bernapas akibat inflamasi paru-paru yang terjadi secara tiba-tiba.
Salah satu strategi yang digunakan dalam mengelola kasus pneumonia adalah dengan menerapkan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) yaitu dengan menggunakan alat kesehatan seperti ARI Timer yang penggunaannya masih bersifat konvensional. Penetapan diagnosis pneumonia pada balita tidak hanya didasarkan pada frekuensi pernapasan, tetapi juga perlu dilakukan pengukuran saturasi oksigen pada tubuh balita tersebut. Alat yang digunakan untuk mengukur saturasi oksigen ialah pulse oxymeter. Alat ini biasanya hanya tersedia di fasilitas kesehatan yang lebih kompleks seperti rumah sakit dan tidak tersedia di Puskesmas. Keterlambatan dalam menetapkan diagnosis pneumonia pada balita dapat meningkatkan risiko keparahan penyakit tersebut dan berujung pada kematian.
ARI Programme Respiratory Rate Timer berbasis Internet of Things merupakan sebuah pengembangan alat yang digunakan sebagai alat deteksi dini pneumonia pada balita. Alat ini memiliki fungsi untuk mengukur frekuensi pernapasan balita selama 60 detik atau satu menit dan mengukur saturasi oksigen untuk menilai kondisi balita tersebut sehingga dapat menegakkan diagnosis sesuai dengan klasifikasi pada pedoman manajemen terpadu balita sakit (MTBS). Pengembangan teknologi ARI Programme Respiratory Rate Timer berbasis Internet of Things akan memudahkan petugas kesehatan dalam menghitung frekuensi pernapasan balita dan saturasi oksigen karena dilakukan secara otomatis dan bersamaan oleh alat ini.