Bioremediasi merupakan salah satu mekanisme yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar logam berat pada lingkungan, seperti pada perairan tawar. Bioremediasi dapat terjadi secara alami di lingkungan air atau tanah yang tercemar limbah, termasuk logam berat. Hal ini disebabkan karena organisme di sekitar lahan yang tercemar polutan mampu bekerja menguraikan atau mendegradasi polutan tersebut. Salah satu makroorganisme yang berpotensi sebagai agen bioremediasi logam berat pada lingkungan perairan tawar adalah ikan sapu-sapu P. pardalis. Potensi ini didukung oleh keberadaan 24 filum bakteri yang termasuk dalam mikroorganisme dan dijumpai pada saluran pencernaan ikan tersebut.Pemanfaatan P. pardalis sebagai agen bioremediasi pada perairan yang tercemar limbah logam berat diharapkan mampu menurunkan tingkat pencemaran logam berat di Sungai Ciliwung yang berasal dari limbah industri sehingga dapat menjadi bagian dari konsep Green Growth atau Pertumbuhan Ekonomi Hijau yang diusung oleh Pemerintah Republik Indonesia (RI) yaitu berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, namun juga ramah lingkungan, serta inklusif secara sosial.