Social wellbeing merupakan kemampuan individu dalam membangun dan mengembangkan diri dengan baik sesuai kebutuhan tanpa mengaibaikan realitas dimana individu melakoni aktivitas hariannya hingga individu mampu merasakan kenyamanan dan ketentraman lahir batin di realitas kehidupannya. Hadirnya studi ini yang dirancang melalui pendekatan kombinasi yang bertipe eksploratory sequensial design dengan penekanannya pada analisis kualitatif dengan mengambil sampel komunitas, yakni warga dari kabupaten Bireun dan Aceh Utara, Provinsi Aceh dalam pelbagai profesi dan jenis kelamin dapat menjadi kajian berbeda dan memberi konstribusi ilmiah sebagai referensi awal dalam memahami gelaja perilaku individu dan sosial, sekaligus mendeskripsikan alternatif solusi berbasis pada masalah.
Kemampuan individu dalam menilai, memahami dan memaknai konteks realitasnya berdasar pengalaman menetap, pengalaman yang sedang berlangsung, sharing dan penerimaan pendapat orang lain serta realitas kondisi psikologis individu dalam realitas sosialnya berdampak secara bermakna pada keajengan realisasi perilaku yang ditampilkan di kehidupannya secara terintegrasi. Karenanya, peran penting efikasi diri individu berorientasi pada ranah sosio-kognitif menjadi mediator dan prediktor terbentuknya social well-being dari berbagai konteks dan situasi yang dihadapi manusia. Efikasi diri merupakan kemampuan subjektif seseorang dalam mereview beragam hal dikehidupan sosial untuk mencapai keberhasilan. Hasil temuan studi ini menginformasikan secara bermakna social wellbeing tersirat dalam regulasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 nasional bagi setiap warga negara.